Home / Ragam

Kamis, 23 Januari 2020 - 04:59 WIB

Tenaga Honorer Akan Dihapus, BKD Kaltim Tunggu Arahan Pusat

Kaltimminutes.co, Samarinda – Tenaga honorer segara dihapuskan, begitulah hasil kesepakatan antara Komisi II DPR RI, bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Hal tersebut pun mendapat tanggapan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim.

Yuli Fitriyani, Plt Kasubbid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKD Kaltim menyampaikan, belum menerima informasi resmi dari pemerintah pusat.

“Belum ada informasi resmi, biasanya kalau ada berita atau aturan baru, kami ada pertemuan khusus,” sebut Yuli, dikonfirmasi Kaltimminutes, Kamis (23/1/2020).

Untuk itu, BKD Kaltim belum mengambil tindakan, menunggu  arahan dari Badan Kepegawaian Pusat (BKN) untuk teknis pelaksanaannya.

Baca Juga :  Respon Komentar Wagub Soal ASN Boleh Hadir Saat Kampanye, Ini Kata Ketua Bawaslu Samarinda

Sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, status kepegawaian secara nasional ada dua jenis, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Yuli menerangkan, terkait regulasi dan aturan pegawai honor memang tidak diatur oleh pemerintah pusat, namun tenaga honorer, merupakan keperluan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di masing-masing daerah.

“Pengangkatan honor memang tidak ada, cuma itu kebijakan OPD dan pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Kalau mengatakan tidak boleh, kami juga tidak mengarah kesitu karena di OPD juga banyak ASN yang di back up honorer. Kelemahan kami dilema karena butuh mereka juga, apalagi guru ya tidak bisa kami bilang tidak boleh karena mereka juga mengajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Hingga Juni, Kasus DBD Tunjukan Penurunan Kasus di Tahun 2020 Ini, Dinkes Kaltim Ingatkan Budaya 3M Plus

Saat ini jumlah tenaga honorer yang bekerja di lingkungan pemprov Kaltim berjumlah 8.234 orang. Sedangkan untuk perekrutan tenaga honorer di kabupaten/kota diserahkan kepada kebijakan masing-masing pemerintah.

“Kalau di provinsi ada 8.234 orang yang aktif, tapi ini fluktuatif kan data ini bisa berubah,” tuturnya. (irw//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 6 September, Namun Pemprov Perkenankan Beberapa Pelonggaran Dibanding Pembatasan Sebelumnya

Ragam

Ada 20 Kasus Positif Covid-19, Ini Doa Gubernur untuk Warga Kaltim

Ragam

Terkait Status PPKM Mikro Kaltim, Isran Noor Sebut Tengah Lakukan Evaluasi 

Ragam

Keren! Unmul Produksi Jamu untuk Cegah Corona

Ragam

Fenomena Rumah Terbakar Akibat Disambar Petir di Samarinda, Ini Penjelasan BMKG

Ragam

Positif Corona, Sumadi Lurah Mugirejo Meninggal Dunia, Comorbid Diabetes dan Hipertensi

Ragam

Kaltim Mulai Berlakukan PPKM Mikro Diperketat, Ketersediaan Bahan Pokok Dipastikan Aman hingga Dua Bulan ke Depan

Ragam

Cek Bodong Hasanuddin Masud, Pengamat Sosial Sebut Jika Terbukti Akan Ada Sanksi Selain Pidana