Home / Ragam

Minggu, 14 November 2021 - 18:14 WIB

Terkait Pemenuhan Air Baku , Void Tambang Bisa Jadi  Solusi Penunjang Pembangunan di Lokasi IKN 

Ilustrasi IKN / .tribunnews.com

Ilustrasi IKN / .tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Beberapa proyek dicanangkan pemerintah pusat, terkait pemenuhan air bersih di lokasi ibu kota negara (IKN) baru di Sepaku dan Samboja.

Saat ini, terus berproses pembangunan Bendungan Sungai Sepaku-Semoi. Proyek bendungan dengan daya tampung volume 10 juta meter kubik, ditarget rampung 2023 mendatang.

Bendungan Sepaku-Semoi, selain jadi sumber air baku ke IKN, juga berbagi dengan Balikpapan.

Beberapa proyek lainnya, juga direncanakan pemerintah seperti Bendungan Lambakan di Kab Paser, saat ini masih proses pembebasan lahan.

Juga ada rencana pembangunan Bendungan Batu Lepek, dan Bendungan Selamayu. Tampungan air di bendungan-bendungan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan IKN.

Tampungan Bendungan Batu Lepek mempunyai volume tampungan 155 juta meter kubik.

Baca Juga :  APBD Kaltim 2020 Turun ke Rp 9 Triliun Akibat Rasionalisasi Anggaran Gegara Covid-19

Selain rancangan sederet proyek infrastruktur itu, Kementerian PPN/Bappenas mencanangkan pemanfaatan tambungan air di lubang bekas tambang batu bara, sebagai sumber air baku di IKN.

Pemanfaatan lubang bekas galian tambang ini, diproyeksikan sebagai air baku menunjang proses pemindahan dan pembangunan IKN.

Rencana inipun disambut baik oleh Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Kaltim, Andi Harun.

Menurut Ketua Dewan Penasehat Perhapi Kaltim, pemanfaatan air di void tambang tidak memerlukan treatment yang panjang.

“Saya kira bagus, karena lubang tambang batu bara itu tidak mengandung merkuri, hanya tinggal keasaman. Itu butuh treatment yang tidak terlalu lama,” kata Andi Harun, Minggu (14/11/2021).

“Siapa tahu ada logam bagian dalam lubang, bekas besi segala macam, tinggal diperbaiki sedikit,” sambungnya.

Baca Juga :  Disanksi Pasal Berlapis, Pelaku yang Menghabisi Juwanah Terancam Penjara Seumur Hidup

Berbeda dari void tambang mineral lain, tambang batu bara disebut tidak memiliki zat racun.

Bahkan, Menteri ESDM dalam permennya menyebut, lubang bekas galian tambang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

“Dalam Permen ESDM dikatakan reklamasi bisa dilakukan dalam bentuk lain, bisa jadi bahan air baku, bisa budi daya perikanan, bisa juga sebagai wisata air, bisa untuk kepentiangan umum lainnya,” paparnya.

Yang mesti dilakuan, mengurai tingkat keasaman agar memenuhi syarat menjadi air baku. Hal itupun menurut Andi Harun, memerlukan penanganan yang tidak terlalu sulit.

“Variable lain juga perlu diperhatikan, misalnya terkait bakteri air, itu sangat mudah untuk dilakukan,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Langkah Tegas Pemkot Samarinda Segel Usaha Tak Berizin, Ini Respon Komisi I DPRD

Ragam

Tinjau Lokasi Bekas Banjir di Sangasanga, Muhammad Samsun Dorong Normalisasi Sungai dan Drainase

Ragam

Kasus Covid-19 di Samarinda Alami Peningkatan, Kadinkes Imbau Masyarakat Waspada

Ragam

Kemenag Bontang Buka Kembali Pendaftaran Nikah, Tapi Tidak Melayani Akad

Ragam

Keluhan Kualitas Air Bersih Menyeruak, Andi Harun: Diperlukan Solusi Permanen yang Wajib Dipenuhi  Perumdam Tirta Kencana

Ragam

Kabar Duka!! Bapak Joko Widodo Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Masalah Paru-paru, Netizen Ramai Berdoa

Ragam

BREAKING NEWS – 8 ABK Asal Makassar Dinyatakan Positif Covid-19, Kasus Positif Baru di Masa Relaksasi Samarinda

Ragam

Tak Ketinggalan Salurkan Hak Pilih, Gubernur dan Wagub Kaltim Nyoblos di Pilwali Samarinda, Ini Pesannya