Home / Ragam

Selasa, 3 Agustus 2021 - 19:44 WIB

Terkait Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi, Kejari Samarinda Siap Beri Bantuan Hukum untuk Pemkot 

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Wali Kota Samarinda Andi Harun

Kaltimminutes.co, Samarinda – Bantuan hukum siap diberikan oleh Kejaksaan Negeri Samarinda kepada Pemkot Samarinda dalam rangka menunjang pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut berupa litigasi dan non – litigasi.

Pernyataan ini diperoleh usai Pemkot Samarinda menggelar rapat koordinasi terkait pemulihan ekonomi nasional selama pandemi Covid-19 bersama dengan Kejaksaan Negeri Samarinda secara virtual, di gedung Comand Centre Balaikota, Selasa (3/8/2021).

Rapat ini juga menjadi tindak lanjut rapat dengan Presiden RI dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan, dalam rapat tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda mempertanyakan mengenai realisasi Dana Insentif Daerah (DID) untuk anggaran penanganan pemulihan ekonomi nasional terdampak Covid – 19 kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang hanya mencapai 20% saja.

“Jika ada kendala atau hambatan penerapan hukum administrasi atau hukum keuangan, jadi daya serap bisa segera makin besar. Di semua dinas lingkungan Pemkot Samarinda yang memiliki alokasi anggaran untuk kegiatan pemulihan ekonomi maupun kegiatan penunjang untuk pemulihan ekonomi,” ungkapnya saat diwawancara awak media.

Baca Juga :  Tak Mengantongi Bukti Swab Antigen, Polsek Samarinda Seberang Putar Balik Tiga Kendaraan Asal Balikpapan

Menambahkan, Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairudin menjelaskan, terkait pertanyaan Kejari karna realisasi Pemkot Samarinda hanya 20 persen saja terhadap anggaran DID sejumlah Rp 27.384.618.000 atau sekitar Rp 27 Miliar.

“Karena anggarannya ini baru turun Mei – Juni. Ini hasil dari Peraturan Menko PMK Nomor 17 Tahun 2021 tentang refocusing dan relokasi, yang terakhirlah. Jadi, baru sebulan. Kedua, kan tidak bisa serta merta kecuali Dinas Kesehatan 33 persen memang perlu. Kalau yang lain, kan perlu ada disusun ulang,” jelasnya.

Tambahnya, selain OPD DID tersebut juga diperuntukkan untuk sektor kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kota Samarinda dimana Dinas Kesehatan mendapatkan anggaran sebesar Rp 8.226.697.882,- dengan realisasi Rp2.719.089.212,- atau 33%.

“Besok sampai lusa paling lambat, kami undang OPD yang mendapatkan dana ini untuk dievaluasi. Saya akan laporkan secara tertulis pada Pak Wali Kota paling lambat Hari Jum’at (06/08/2021). Pada Senin (09/08/2021), akan dilaporkan ke kejaksaan. Sehingga apabila ada hal yang perlu disupport oleh kejaksaan, untuk urusan yang di luar pengadilan, kejaksaan akan membantu sepenuhnya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anti Korupsi, Kejari Samarinda Rilis Penanganan Kasus Tahunan

Dari hasil data Pemkot Samarinda, terdapat 8 OPD yang mendapatkan DID untuk penanganan pemulihan ekonomi nasional.

1. Dinas Pariwisata dengan anggaran Rp 1.911.615.018,- dan realisasi Rp 3.027.405.015,- atau 15%

2. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah mempunyai pagu anggaran Rp 2.068.577.833,- dengan realisasi Rp477.249.350,- atau Rp 23%

3. Dinas Perdagangan dengan anggaran Rp 4.616.347.150,- dan realisasi Rp 403.170.100,- atau 8%

4. Dinas Perindustrian memiliki anggaran Rp1.798.627.897,- dengan realisasi Rp 399.759.800,- atau 22%

5. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu memiliki anggaran Rp 1.407.419.000,- dengan realisasi Rp 133.849.950,- atau 9%

6. Dinas Ketahanan Pangan memiliki anggaran Rp 3.027.647.625,- dengan realisasi Rp 783.485.700,- atau 25%

7. Dinas Perikanan memiliki anggaran Rp 638.109.500,- dengan realisasi Rp 186.246.800,- atau 29%

8. Dinas Pertanian memiliki anggaran Rp 3.689.576.095,- dengan realisasi Rp 592.012.565,- atau 16%. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pemkot Samarinda Segera Bagikan Bantuan Sembako Tahap 2, Kembali Gandeng Ojol Jadi Kurir

Ragam

“Belajar dari Covid-19”, Pidato Lengkap Hardiknas 2020 Mendikbud Nadiem Makarim

Ragam

Waduh!! 50an Petugas Medis di RSUD AWS Samarinda Diisolasi Terkait Covid-19, Ada Apa?

Ragam

Diduga Kontak dengan Klaster KT 2, Zairin-Sarwono Lakukan Rapid Test, Hasilnya Non Reaktif

Ragam

Buka Kegiatan Penilaian Potensi dan Kompetensi Bagi Pejabat Tinggi Patama, Wali Kota Balikpapan Minta Asessor Bekerja Profesional 

Ragam

Meski Pergantian Tahun 2021 Tak Ada Penyekatan, Polresta Samarinda Pastikan Akan Lakukan Pengawasan Ketat

Ragam

Pemkot Samarinda Beri Pelatihan Pemulasaran, Dinkes Sebut Pasien Covid 19 Langsung Dapat Ditangani dengan Lebih Cepat 

Ragam

Duh… Diduga Ada Virus Baru Bernama D614G, Tapi Dinkes Balikpapan Belum Bisa Memastikan