Home / Ragam

Rabu, 23 Juni 2021 - 22:42 WIB

Terkait Rencana Pembatasan PKL di Tepian Mahakam, Netizen Bilang Begini

Tepian Mahakam/tribunnews.com

Tepian Mahakam/tribunnews.com

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rencana Andi Harun, Wali Kota Samarinda, untuk memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) terbatas di Tepian Mahakam tuai respon netizen.

Musababnya, Pemkot Samarinda berencana memindahkan para PKL ke kawasan lain.

Namun menunggu realisasi para PKL Tepian Mahakam tetap diizinkan beraktivitas secara terbatas.

“Kita sedang mempertimbangkan Kawasan Tepian itu menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) secara total,” kata Andi Harun, Selasa (22/6/2021).

Respon positif dan negatif disampaikan netizen di beberapa grup Facebook, dua hari belakangan ini.

Salah satunya disampaikan akun Facebook bernama Sugi Mantao, yang menulis: “Sudah bangus rapi, kenapa dibuka kalau gitu ya. Semua orang se-Samarinda diperbolehkan jualan, jangan tebang pilih orang-orang tertentu yang boleh jualan di sana (bebas),” tulisnya.

Selanjutnya respon juga diberikan oleh akun Sarie Zahra, ia menulis di kolom komentar: “Kalau sudah gak boleh ya gak usah lagi, jangan pilih kasih nanti malahan rusuh karena kecemburuan sosial antar pedagang pak,” komennya.

Baca Juga :  Paslon Peserta Pilkada Dilarang Masukan Foto Presiden dan Wakil Presiden Dalam APK, Ini Penjelasan Ketua KPU Samarinda

Berbagai komentar dukungan juga disampaikan warga di dunia maya.

Seperti akun bernama Soffian Syahrani, yang menulis: “Yang namanya ngatur orang banyak dengan watak berbeda itu susah pak…. Tetap sebaiknya diperindah
tamannya, dan jangan ada yang berjualan
Iagi di situ, agar taman tetap bisa
terjaga,” tulisnya.

Juga disampaikan Heny Biru, yang menulis: “… Kalau bisa kembalikan aja fungsi awalnya
sebagai jalur hijau,” ungkap Heny.

Begitu juga akun bernama Daffa Budiman, ia menulis di kolom komentar: “Mungkin seperti ini lebih indah dan rapi,” tulisnya.

Memang ke depan Tepian Sungai Mahakam akan dioptimalkan menjadi RTH. Tidak hanya di Tepian, beberapa titik lain yang juga ditetapkan sebagai RTH, akan diambil kebijajan PKL dilarang beraktivitas di lokasi iru.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Samarinda Sidak ke THM, Dipaksa Tutup Hingga Waktu yang Tidak Ditentukan

“Termasuk parkirnya di tepian itu, apalagi Polresta Samarinda juga sudah tetapkan zero tolerance di situ, tapi nanti dalam percobaan akan kami atur parkirnya di Jalan Merbabu,” paparnya.

Rencana pembatasan aktivitas PKL di Tepian, adalah langkah penyeimbang antara kesehatan dan nafas ekonomi.

Terlebih dalam dua hari terakhir ini, kasus Covid-19 di Samarinda kembali mengalami kenaikan perlahan.

Menurut Ismed Kusasih, Kadinkes Samarinda, Kota Tepian mesti kembali melakukan pengetatan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan.

Selain itu juga mempercepat vaksinasi juga jalan terbaik membangun herd immunity masyarakat.

“Saya kira kita harus memperketat lagi pengawasan prokes, penguatan 3T, mempercepat vaksinasi untuk herd immunity,” tagasnya.

Per Rabu (23/6/2021) kasus baru Covid-19 di Samarinda bertambah 42 kasus baru, sementara pasien sembuh berada di bawahnya dengan tambahan 13 orang. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Komisi II DPRD Kaltim Akan Gelar Pembahasan Akhir Rekomendasi Perusda

Ragam

Hujan Deras Mengguyur, Loa Bakung Diterjang Banjir Lumpur

Ragam

KLB Covid-19, Kaltim Kekurangan Alat Medis dan Desinfektan

Ragam

DPRD Kaltim Gelar Rapat Pimpinan, Apakah Membahas Pergantian Ketua Dewan?

Ragam

Orang Tua Pasien PDP Meninggal Samarinda Miliki Riwayat Perjalanan ke Beberapa Kota di Kaltim dan Kalsel

Ragam

Pasien Covid-19 di Samarinda Kota Baru Ketahuan Usai Dimakamkan, 4 RT Terapkan Isolasi Mandiri

Ragam

Selama Pandemi Covid-19 Penerimaan Pajak di Kaltim Meningkat, Ini Kata Kepala Bapenda

Ragam

Gegara Pandemi Corona, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Tiadakan Open House