Home / Ragam

Kamis, 19 Maret 2020 - 15:21 WIB

Ternyata Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 8,37 Persen

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia

Ilustrasi Covid-19 di Indonesia

Kaltimminutes.co, Samarinda – Indonesia menjadi pandemi virus corona yang situasinya kian membahayakan.

Penyebaran virus asal Wuhan tersebut tercatat semakin luas hingga 28 provinsi di Indonesia.

Per Rabu (18/3/2020), jumlah pasien positif Virus Corona atau Covid-19, mencapai 227 orang yang dinyatakan positif corona. 19 orang meninggal dan 11 lainnya sembuh.

Pasien yang meninggal tersebut, dirawat di beberapa rumah sakit yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia.

Di antaranya:

Bali: 1 orang.
Banten: 1 orang.
DKI Jakarta: 12 orang.
Jawa Barat: 1 orang.
Jawa Tengah: 2 orang.
Jawa Timur: 1 orang.
Sumatera Utara: 1 orang.

Di Kaltim, telah ditemukan satu pasien positif corona, dan saat ini telah dirawat intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Dikutip dari Tirto.id, jika dihitung tingkat kematiannya (case fatality rate), Indonesia berada di angka 8,37 persen atau di atas tingkat kematian global sebesar 4,01 persen, per 18 Maret 2020.

Baca Juga :  Jual Satwa Dilindungi Secara Online, Pria di Samarinda, Dibekuk Polisi

Sementara tingkat kesembuhan berada di angka 4,84 persen. Cukup jauh di bawah tingkat kesembuhan global yang berada di angka 39,95 persen.

Secara statistik, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi.

Selain Indonesia, ada Filipina dengan 9,4 persen kemudian Italia dengan 7,94 persen, lalu disusul Iran sebesar 6,53 persen. Cina dengan angka kematian tertinggi justru memiliki CFR lebih rendah yakni 3,84 persen.

Jumlah meninggal tersebut, melonjak lebih dari dua kali lipat dibanding hari sebelumnya yakni, lima kasus.

Baca Juga :  Barkati-Darlis Kantongi Dukungan PAN di Pilwali Samarinda, PDIP dan Demokrat Belum Pasti

Hal ini diakui Juru Bicara Penanganan COVID-19 Indonesia Achmad Yurianto lantaran adanya keterlambatan informasi dari rumah sakit di daerah ke pusat.

“Kasus yang meninggal terdapat masalah dalam pendataan. Karena ternyata, setelah kami melakukan ricek tadi pagi dan kemudian kami berkoordinasi dengan seluruh RS di seluruh Indonesia yang merawat kasus ini, maka ternyata beberapa rumah sakit belum melaporkan kasus kematian sejak tanggal 12 Maret sampai dengan tanggal 17,” ujar Yuri dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2020).

Artinya, sejak tanggal 12 Maret, sudah ada penambahan kasus meninggal akibat Covid-19.

Artikel ini dikutip dari Tirto.id, dengan judul “Mengapa Tingkat Kematian Corona di Indonesia Bisa Capai 8,4 Persen?”. Selengkapnya di https://tirto.id/eF1P.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Dampak Wacana Kaltim Jadi Ibu Kota Negara Baru, Samarinda Diserbu Migrasi Penduduk

Ragam

Diduga Lalai Layani Pasien, RS Aisyiyah Digeruduk Wali Kota Samarinda, Direktur Rumah Sakit Beri Penjelasan

Ragam

Update Kasus Covid-19 Kaltim 9 Juni 2020: Pasien Positif Tambah 13 Kasus, Total Kasus Positif Capai 351

Ragam

BPK Beri Sederet Catatan Evaluasi dan Rekomendasi kepada Pemprov Kaltim, Isran Noor: Akan Segera Dilakukan

Ragam

BREAKING NEWS: Awas!!, Ada ODP Covid-19 Kabur Dari Fasilitas Karantina Wisma Atlet Kukar

Ragam

Bahaya Covid-19 Saat Banjir, Droplet Masih Mungkin Ikut Terbawa Oleh Material Saat Banjir, Ini Kata Kadinkes Kaltim

Ragam

Baru 354 Peserta Ijtima Didata, Peserta Lain Masih Dicari

Ragam

Instruksi Wali Kota Samarinda, Sekolah di Kecamatan Zona Merah Tak Lakukan Belajar Tatap Muka