Home / Ragam

Selasa, 18 Mei 2021 - 18:22 WIB

Terobos Dua Area IPA Tanpa Izin, Perumdam Tirta Kencana Laporkan Penerobos ke Polisi

Roy Hendrayanto kuasa hukum Perumdam Tirta Kencana Samarinda saat dijumpai sore tadi di halaman Mapolresta Samarinda terkait laporan polisi penerobosan area tanpa izin

Roy Hendrayanto kuasa hukum Perumdam Tirta Kencana Samarinda saat dijumpai sore tadi di halaman Mapolresta Samarinda terkait laporan polisi penerobosan area tanpa izin

Kaltimminutes.co, Samarinda – Dua area Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Air Tirta Kencana Samarinda pada Jumat (30/4/2021) dan Senin (3/5/2021) kemarin diterobos tanpa izin.

Walhasil, penerobosan objek vital itu pun dilaporkan ke Mapolresta Samarinda pada Selasa (18/5/2021) sore tadi.

Disampaikan Syarif Rahman Hakim, Manajer Produksi Perumdam Tirta Kencana melalui kuasa hukumnya Roy Hendrayanto jika area IPA sebagai bahan baku kebutuhan air bersih masyarakat bersifat tertutup terlebih jika tidak memiliki kepentingan.

“Karena kita kan tidak tahu jika ada niatan jahat. Bisa saja orang yang tidak berkepentingan memasuki sesuatu ke tempat pengolahan air. Maka dari itu sifatnya memasuki IPA harus orang berkepentingan,” ucap Roy saat dijumpai sore tadi.

Baca Juga :  Kronologi Satu Pasien Baru Positif Covid-19 di Samarinda, Miliki Riwayat Perjalanan ke Depok dan Jakarta

Lebih jauh diungkapkannya, orang yang menerobos area IPA itu diduga berinisial AR bersama beberapa orang lainnya mengatasnamakan organisasi mahasiswa dan perusahaan swasta.

“Dua area IPA itu berada di Pulau Atas (Kecamatan Sambutan) dan di Palaran,” imbuhnya.

Lanjut Roy, sejatinya area dua IPA ini dijaga oleh pihak keamanan. Dan saat pria berinisial AR ini datang sempat ditolak oleh keamanan sebab tak bisa menunjukkan surat izin berkepentingan di objek vital tersebut.

Baca Juga :  Kaltim Waspada Covid-2019, Bawaslu Terapkan Bekerja di Rumah

“Kalau yang di Palaran itu sekuriti mengiranya mereka ini rekanan, tapi engga bisa menunjukkan surat izin juga. Kalau yang di Sambutan setelah di tolak, mereka ini lewat jalur samping masuk ke dalam. Tujuannya sama di dua tempat ini, ke lokasi sumur bor,” bebernya.

Kendati pihak keamanan tak mampu berbuat banyak, namun jepretan foto melalui kamera ponsel telah dilakukan sebagai salah satu dasar dipolisikannya aktivitas penerobosan objek vital tersebut.

“Bersamaan itu, kami memberikan laporan sesuai pasal 167 ayat 1 dan 2 serta pasal 55 dan 56 KUH Pidana,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Hadi Mulyadi Tak Gelar Open House, Halal Bihalal Diingatkan Tak Lebih 100 Orang

Ragam

Dari Debat Kandidat Pertama Samarinda Soal Pengelolaan Parkir, Ini Jawaban Masing-masing Kandidat Pilwali Samarinda 2020

Ragam

Beberapa Ruas Jalan Samarinda Gelap, Komisi III Soroti Padamnya LPJU

Ragam

Kasus Konfirmasi Positif di Kaltim Capai 54 Pasien, Terbanyak dari Klaster Ijtima Gowa

Ragam

Kasus Covid-19 Kembali Muncul di Mahulu, Warga Hendak Masuk ke Mahulu Wajib Rapid Test dan Urus Surat Izin

Hukrim

GMP2KT Geruduk Kantor Kejati, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Rawa Indah Bontang

Ragam

Kerap Dianggap Lubang Maut, Lubang Bekas Tambang Bisa Bernilai Ekonomis dan Sumber Air Bersih

Ragam

Utak-Atik Strategi Tangkal Mudik Jalur Laut di Balikpapan