Home / Ragam

Rabu, 12 Februari 2020 - 21:32 WIB

Tes SKD CPNS Kaltim Selesai, 2170 Peserta Dinyatakan Penuhi Passing Grade

suasana tes SKD CPNS Kaltim

suasana tes SKD CPNS Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Timur telah menggelar tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kaltim pada 2 hingga 11 Februari 2020.

Dari total 5871 peserta yang mendaftar CPNS, hanya 4871 yang mengikuti mengikuti SKD di Kaltim. Dari total peserta SKD, 2170 peserta yang memenuhi passing grade. Hal tersebut disampaikan Kustiningsih, Kepala Bidang Mutasi BKD Kaltim, dikonfirmasi Rabu (12/2/2020).

“Jumlah peserta yang mengikuti SKD, berjumlah 4871 peserta. Namun yang hadir 4575 peserta. Kemudian yang memenuhi passing grade berjumlah 2170 peserta. Yang tidak memenuhi passing grade berjumlah 2405 peserta,” kata Kustiningsih.

Diketahui, syarat memenuhi SKD adalah TWK nilai minimal 65, TIU nilai minimal 80, TKP nilai minimal 126 poin.

Setelah menyelesaikan tahapan tes SKD, BKD Kaltim telah mengirim hasil seleksi ke BKN, pada Selasa malam (11/2/2020). BKN akan menggelar rapat untuk menentukan nama-nama peserta yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Selanjutnya, SKB akan digelar pada Maret mendatang.

Baca Juga :  Kapolresta Samarinda Ingatkan Polisi Tetap Netral di Pilwali, Jika Ketahuan Terancam Sanksi Pidana

“Hasilnya dibawa ke BKN, lalu dirapatkan di sana. Setelah dirapatkan, keluarlah nanti siapa nama-nama yang akan mengikuti SKB. SKB akan digelar Maret 2020,” jelasnya.

Kustiningsih menjelaskan sistem CPNS tahun ini mengandalkan hasil capaian nilai peserta di SKD dan SKB. Pasalnya, tidak ada tes wawancara pada CPNS kali ini. Sehingga peserta yang akan lolos menjadi CPNS akan berdasarkan ranking nilai yang sebelumnya dirinci oleh BKN. Selain itu, peserta yang lolos juga belum tentu bisa mengikuti SKB, dikarenakan menyesuaikan jumlah formasi yang dibuka, dan sistem rangking oleh BKN.

Baca Juga :  Bukan Pakai Disinfektan, PDAM Tambah Kadar Kaporit untuk Tangkal Penyebaran Covid-19 di Samarinda

“Untuk peserta yang lolos SKD belum tentu akan lanjut SKB. Yang lanjut SKB, akan disesuaikan dengan nilai tertinggi sistem ranking di SKD. Misalnya ada 2 formasi yang dibuka, maka yang akan mengikuti SKB ada 6 orang. Artinya jumlah formasi dikali tiga. Nantinya keenam peserta yang akan masuk SKB sesuai enam tertinggi hasil SKD. Tidak ada lagi sistem wawancara. Setelah lolos SKB, rangking tertinggi sesuai jumlah formasi yang dibuka akan lulus menjadi CPNS,” paparnya.

Sementara itu, ada dua peserta dengan kebutuhan khusus yang mengikuti SKD. Hasilnya, kedua peserta berkebutuhan khusus yang mengambil formasi perawat ini memenuhi passing grade.

“Dari total yang mengikuti SKD, ada dua peserta berkebutuhan khusus yang ikut tes. Keduanya mengambil formasi perawat. Hasilnya, mereka berdua memenuhi passing grade SKD,” pungkasnya.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Rahmad-Thohari Merapat ke GP Ansor Balikpapan, Husni Kadri: Kami Yakin

Ragam

Warga Segel Perumahan di Samarinda Ilir, Diduga Penyebab Tanah Longsor

Ragam

Telah Melewati Ketentuan Batas Waktu, APBDP 2021 Tidak Bisa Disahkan?

Ragam

Nah… Sopir Mobil Carter Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Samarinda

Ragam

Keren! Unmul Produksi Jamu untuk Cegah Corona

Ragam

Pusat Salah Input Data, Penambahan Kasus Positif Cuma Ada Satu Tambahan di Kaltim, Ini Kronologinya

Ragam

PAD Kaltim Turun Rp365 Miliar, Tutupi Defisit Pakai Dana Silpa 2020 dan Pangkas Belanja OPD

Ragam

Golkar Beri Isyarat Usung Rusmadi di Pilwali Samarinda 2020