Home / Ragam

Selasa, 8 Februari 2022 - 19:42 WIB

Tim SAR Temukan Korban Tenggelam di Sungai Mahakam, Mengaku Kesulitan Saat Proses Evakuasi

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah remaja malang berinisial DP.

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah remaja malang berinisial DP.

Kaltimminutes.co, Samarinda – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan DP, yang sebelumnya dikabarkan hilang tenggelam di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (6/2/2022) sore kemarin.

Remaja 17 tahun itu ditemukan tewas mengambang oleh Tim SAR gabungan pada waktu pencarian hari kedua, Senin (7/2/2022) malam, sekitar pukul 23.00 Wita.

Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda, Dwi Adi Wibowo mengatakan, korban ditemukan petugas sekitar 200 meter dari titik tenggelamnya.

“Korban ditemukan mengambang sekitar 200 meter dari titik LKP (lokasi kejadian perkara),” ungkap Dwi ketika dikonfirmasi, Selasa (8/2/2022).

Dwi mengaku, pihaknya sempat mengalami kesulitan ketika mengevakuasi jenazah korban dari aliran Sungai Mahakam. Selain dikarenakan minimnya penerangan, proses evakuasi hanya menggunakan rubber boat.

Tak hanya itu, Tim SAR juga harus lebih waspada ketika akan mengangkat korban menuju daratan. Dikarenakan perairan Sungai Mahakam di kawasan tersebut masih banyak dihuni buaya berukuran besar.

Baca Juga :  Ngotot Tak Mau Lockdown, Presiden Jokowi Pilih Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil

“Dari informasi warga, lokasi di sekitar itu memang banyak binatang buas seperti buaya. Ditambah lagi arus dan kedalaman sungai yang mencapai lebih dari 15 meter,” terangnya.

Setelah hampir 30 menit berjibaku, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) guna keperluan visum.

“Langsung kami bawa ke RSUD AWS dan selanjutnya akan kami serahkan ke pihak keluarga,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban berinisial DP (17) dikabarkan hilang tenggelam di perairan Sungai Mahakam, pada Minggu (6/2/2022) sore. Tenggelamnya korban ini berawal dari candaan yang berujung nestapa.

Informasi dihimpun, sebelum tenggelam korban sempat bercanda melempar sandal jepit milik rekan-rekannya. Canda tawa yang terjadi kala itu tidak berlangsung lama. Tatkala salah satu rekan korban berinisial RS (14) menangis.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Baru Samarinda Diduga Terjangkit di Penyebaran Lokal Bogor

Teman perempuan DP itu marah, karena sepasang sandal miliknya dilempar korban ke aliran Sungai Mahakam. Korban yang tak enak hati kemudian berinisiatif untuk terjun ke sungai mengambil sepasang sandal itu.

Awalnya, korban yang berenang ke tengah sungai berhasil meraih satu sandal. Namun, ketika hendak mengambil sepasang sandal lainnya, korban tiba-tiba terseret arus sungai.

Sebelum hilang, DP sempat timbul tenggelam dan hanyut terseret arus, hingga sejauh 600 meter ke arah hilir Sungai Mahakam. Akhirnya DP benar-benar tidak timbul ke permukaan.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera melakukan pencarian. Selang dua hari kemudian, korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

(*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Adam Deni Ditangkap, Polisi Imbau Masyarakat Agar Bijak Menggunakan Media Sosial

Ragam

Begini Suasana Pasar Pandan Sari Usai Ditertibkan Satpol PP

Ragam

Geruduk Kantor Kejati Kaltim, Mahasiswa Minta Temuan BPK Terkait PT PKT yang Berpotensi Merugikan Negara Ditindaklanjuti

Ragam

Mantap!! Hasil Rapid Test dan Tes Swab Massal 220 Sampel di Posko Banjir dan Pasar Segiri Hasilnya Negatif

Ragam

Dua Ruang Kelas Rusak Parah Akibat Tanah Longsor, SMP 13 Samarinda Belum Dapat Bantuan Perbaikan dari Pemerintah

Ragam

6 Wisatawan Tertimbun Longsor, Dua Ditemukan Tewas, Satu Lainnya Masih Proses Pencarian

Ragam

Respon Kondisi 4 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca yang  Kedaluwarsa, Pemerintah Daerah Didorong Tak Tunda Pemberian Vaksin Covid-19

Ragam

Terkait Rencana Pembatasan PKL di Tepian Mahakam, Netizen Bilang Begini