Home / Ragam

Minggu, 6 Juni 2021 - 18:51 WIB

Tinggal Menunggu Desain Utama Pengerjaan, Penanganan Jangka Panjang Jembatan Mahkota II Akan Segera Dimulai

Penanganan abrasi di bawah Jembatan Mahkota II terus berlanjut meski masih bersifat penanganan sementara/VONIS.ID

Penanganan abrasi di bawah Jembatan Mahkota II terus berlanjut meski masih bersifat penanganan sementara/VONIS.ID

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pergeseran tanah di bawah Jembatan Mahkota II segmen Palaran tepatnya di lokasi proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Kalhol pada akhir April lalu masih terus terjadi.

Akses vital yang menghubungkan dua kecamatan di Samarinda ini sejatinya terus dilakukan penanganan.

Namun demikian, penanganan sejauh ini yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana pembangunan IPA Kalhol masih bersifat jangka pendek.

Genap sebulan pasca penanganan jangka pendek, rupanya penanganan jangka panjang akan segera dimulai.

Rensi selaku penanggungjawab proyek pembangunan IPA Kalhol, PT Nindya Karya mengatakan jika analisa data primer untuk menentukan metode pelaksanaan telah selesai.

Baca Juga :  Duh... Diduga Ada Tambang Ilegal di Jalur Masuk Stadion Palaran, Humas Pemilik Konsesi Sangkal Aktivitas Tambang dari Perusahaannya

“Kalau untuk perkembangan sih sudah ada tapi untuk desain (penanganan longsor) sih belum,” kata Rensi saat dikonfirmasi Minggu (6/6/2021) sore tadi.

Hasil keputusan desain yang digunakan akan kembali dirembukan dengan pihak Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kaltim (BPPWK). Jika telah mendapatkan hasil, baru lah penganan jangka panjang dimulai.

“Ini kan jangka panjang jadi kami koordinasikan lagi dengan Cipta Karya dan BPPWK, kan nanti yang penangan itu Cipta Karya juga,” imbuhnya.

Desain yang digunakan dalam penanganan abrasi harus dapat melindungi tiga sisi.

Baca Juga :  Sering Sakit-sakitan, Pria di Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kamar

Lanjut Rensi, mulai dari sisi banguan milik BPPWK, lokasi pembangunan IPA Kalhol, hingga sisi Jembatan Mahkota II.

“Ini masih dihitung apakah treatment-nya sama atau ada yang beda. Harapannya seminggu kemudian setelah asistensi desain ini dapat keputusanya setelah itu baru melakukan penganannya,” lanjutnya.

Disinggung terkait pergerakan tanah pasca abrasi, Rensi mengatakan jika setelah menggunakan penanganan jangka pendek, pergerakan tanah semakin berkurang.

“Dulu sehabis kejadian kan di lokasi proyek IPA Kalhol itu kan (tanah) gerak terus tapi setelah gunakan gunakan metode cerucuk galam itu sudah berkurang,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Bahas Anggaran dan Bantuan Sosial, Gubernur Kaltim Rapat Bersama Presiden Sore Ini

Ragam

NAH!! Gegara Terlibat di Pilwali Samarinda, Ridwan Tassa Kena Sanksi Sedang Oleh KASN
Andi Harun, Wali Kota Samarinda saat ditemui awak media usai Talk Show Bersama TVRI Kaltim, Senin (6/9/2021)

Ragam

Langkah Pemkot Selamatkan Aset Daerah Kian Serius, Puluhan Aset Saat Ini Sedang Proses Sertifikasi

Ragam

Beredar di Medsos Perayaan Ulang Tahun Kajari Paser, Netizen Sebut Para Jaksa Abaikan Prokes 

Ragam

Sering Alami Perut Kembung? Berikut 7 Cara untuk Mengatasinya

Ragam

Pemkot Samarinda Endorse Rumah Panggung Anti Banjir di Medsos, Netizen: Pemkot Kerjanya Ngapain!

Ragam

Bontang Tambah Masa Isolasi Covid-19 Jadi 28 Hari, Kenapa?

Ragam

Mobil PCR Pesanan Pemprov Kaltim Sudah Tiba, Bakal Digunakan Untuk Tes Swab Massal Keliling Kabupaten/Kota