Home / Ragam

Minggu, 13 Juni 2021 - 15:50 WIB

Tinjau Lokasi Inti IKN, Pemprov Kaltim Berencana Bebaskan 13 Hektare Lahan untuk Suplai Air Baku

Muhammad Jauhar Efendi, Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah saat melakukan tinjauan ke lokasi rencana pembangunan Intake Sungai Sepaku

Muhammad Jauhar Efendi, Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah saat melakukan tinjauan ke lokasi rencana pembangunan Intake Sungai Sepaku

Kaltimminutes.co, Samarinda – Jumat (11/6/2021) kemarin, Pemprov Kaltim menggelar sosialisasi, pendataan awal, serta konsultasi publik rencana pengadaan tanah di Kecamatan Sepaku PPU.

Tujuannya, Pemprov Kaltim hendak melakukan pembebasan tanah yang selanjutnya menjadi lokasi pembangunan Intake Sungai Sepaku.

Muhammad Jauhar Efendi, Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah menyampaikan rencana pembangunan Intake Sungai Sepaku membutuhkan lahan seluas 13,2 hektare.

“Luas tanah yang akan dibebaskan seluas 13,2 hektare. Tersebar di tiga lokasi,” kata Jauhar, Minggu (13/6/2021).

Tiga lokasi yang dibebaskan tersebar di Desa Bukit Raya seluas 4,66 hektare, Desa Sekaraja 8,53 hektare, dan Kelurahan Sepaku, seluas 4,63 hektare.

Baca Juga :  Sabu dan Ganja Seharga Miliaran Rupiah Dimusnahkan BNN Kaltim, Diamankan dari 4 Kasus di Samarinda dan Balikpapan

Intake Sungai Sepaku inipun diharapkan mampu menyuplai bahan baku air bersih di lokasi ibu kota negara (IKN) baru nantinya.

“Walaupun ada yang masih kurang setuju, karena khawatir terjadi banjir. Tetapi warga yang memiliki lahan secara aklamasi setuju rencana pembangunan Intake Sungai Sepaku, dengan kapasitas 1.100 liter/detik,” jelasnya.

Usai melakukan pendataan tanah awal, Jauhar Efendi, yang juga menjabat Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim, turut melakukan peninjauan lapangan lokasi inti IKN.

Baca Juga :  Sudah 907 Orang Mendaftar Penerima Vaksin di Samarinda, Ini Link Pendaftaran Online Dinkes Samarinda

“Usai kegiatan, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. Termasuk menyempatkan melihat menara dan titik nol,” paparnya.

Dalam agenda itu, turut hadir peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang sedang melakukan penelitian tentang jenis dan struktur tanah jika terjadi gempa bumi dengan berbagai simulasi.

“Juga ada personel Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Masing-masing melakukan penelitian awal/lanjutan menyongson pembangunan IKN,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Banyak Tambang Ilegal di Kaltim, Isran Noor Akui Tak Lagi Punya Kewenangan

Ragam

Jelang Ramadan 2020, Ini Kadar Zakat Fitri dan Fidyah Samarinda

Ragam

Pintu Masuk Darat ke Balikpapan Diperketat, Rapid Test Dilakukan ke Pengendara

Ragam

Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz Jalan Pemeriksaan Kesehatan, Ketua KPU Balikpapan: Kamis Hasilnya Sudah Keluar

Ragam

Melaut, Seorang Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Samboja Kukar

Ragam

Fraksi PKB Minta Ketua DPRD Surati Dinas PUPR Kaltim, Sebagai Penolakan Tarif Tol Balsam

Ragam

Update Terbaru, Ada 10 Orang Positif Corona di Kaltim

Ragam

Ini Respon Putra Mendiang Siswadi, Tentang Pengembalian Fasilitas Ketua DPRD Samarinda