Home / Ragam

Kamis, 23 Desember 2021 - 12:38 WIB

TNI AU Beli Pesawat Dassault Rafale dan F-15 EX, KSAU Sebut dengan Berat Hati Tinggalkan Pembelian Sukhoi Su-35

Jet tempur F-15 buatan Amerika / Liputan6.com

Jet tempur F-15 buatan Amerika / Liputan6.com

Kaltimminutes.co – TNI Angkatan Udara (AU) memastikan akan membeli pesawat tempur generasi 4,5, yakni Dassault Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan TNI AU menginginkan pesawat generasi 4.5 dengan spesifikasi heavy atau medium ke atas.

Karena kita saat ini sudah ada F-16 sudah ada Sukhoi buatan Rusia,”  Fadjar saat berbincang dengan media massa pada acara Press Tour dan Media Gathering, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/12/20220).

Fadjar melanjutkan, pilihan pembelian pesawat kini mengerucut pada dua pesawat yakni yakni pesawat Rafale buatan Perancis dan F-15 EX buatan Amerika Serikat.

Fadjar mengatakan hal ini juga tak terlepas dari gagasan Menteri Pertahanan.

Baca Juga :  Kata Faldo Maldini Soal Polemik Aturan Keturunan PKI Boleh Gabung TNI: Kita Semua Merah Putih

“Ini juga hasil pemikiran dari Kementerian Pertahanan,” kata Fadjar.

Selain keinginan TNI AU beli Rafale dan F-15 EX itu, Fadjar menyatakan terkait dengan rencana pembelian Sukhoi Su-35 sejauh ini tak akan dilanjutkan.

Terkait soal pembelian Sukhoi Su-35 Fadjar mengatakan sudah meninggalkan perencaan itu karena faktor anggaran.

“Sukhoi Su-35 dengan berat hati ya kita harus sudah meninggalkan perencanaan itu karena kan kembali lagi dari awal kita sebutkan bahwa pembangunan kekuatan udara sangat bergantung dari anggaran,” jelas Fadjar.

Dengan pembelian dua pesawat Dassault Rafale dan F-15 EX akan menambah kekuatan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia dari ancaman musuh.

“Kalau pesawat mungkin dua sampai tiga skadron. Insyaallah (lebih dari 30 pesawat),” ujar Fadjar.

Baca Juga :  Waduh! Dampak Covid-19, 4.109 Pekerja Dirumahkan dan 323 Orang Kena PHK di Kaltim

Fadjar menerangkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah memberikan penjelasan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas mengenai anggaran pengadaan pesawat tempur yang akan digunakan hingga 30-40 tahun ke depan.

“Di dalam renstra memang tidak ada, ini memang buah pikiran dan Pak Menhan dengan masukan dari kami juga,” ujarnya.

Fadjar mengaku, tim dari F-15 EX sudah menemuinya untuk membahas rencana pengadaan pesawat tempur tersebut.

“Ini sedikit informasi, F-15 EX timnya sudah datang ke saya. Saya tanya kalau hari ini kita sepakat unit awal pertama yang akan kita terima kira-kira kapan? Jawabannya ya kira-kira tahun 2027,” ucap Fadjar. (*)

Share :

Berita Terkait

E-Sports

Asik!! 200 Komputer Akan Dibagikan Untuk Guru di Pedalaman

Ragam

Evaluasi Aset Daerah, 348 Bidang Tanah Milik Pemprov Kaltim Ternyata Belum Bersertifikat

Ragam

RAPBD PPU 2022 Belum Disetujui, Kepala BPKAD Kaltim Beri Isyarat Ini

Ragam

PAD Kaltim 2020 Anjlok, Komisi II Puji Dinas Perkebunan yang Mampu Hasilkan PAD Lewat Retribusi

Ragam

Dibangun di Daerah Resapan Air, Dinas PUPR Kaltim Yakinkan RS Korpri Tak Memperparah Dampak Banjir di Sempaja

Ragam

Pemerintah Pusat Berencana Bangun Tol Pendukung IKN, Hadi Mulyadi: Belum Ada Uang, Masih Fokus Pandemi

Ragam

Mantap!! Hari Ini 12 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh, Total 261 Pasien Sembuh di Kaltim

Ragam

Ngotot Tak Mau Lockdown, Presiden Jokowi Pilih Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil