Home / Ragam

Selasa, 7 September 2021 - 20:59 WIB

Transfer DBH Pusat ke Kaltim Baru 40,1 Persen, Kaltim Dihantui Defisit Anggaran 

Muhammad Sa’duddin, Kepala BPKAD Kaltim/Diksi.co

Muhammad Sa’duddin, Kepala BPKAD Kaltim/Diksi.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Kaltim dihantui defisit anggaran pada APBD 2021 ini.

Sebelumnya, Muhammad Sabani, Sekprov Kaltim menyebut, diperkirakan Kaltim akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp1 triliun rupiah.

Hal itu lantaran Kementerian Keuangan RI melakukan refocusing anggaran transfer daerah, termasuk ke Kaltim.

“Defisit Kaltim sementara angkanya yang harus kami lakukan penyesuaian itu sekitar Rp1 triliun,” ungkap Sabani, beberapa waktu lalu.

Usai melakukan otak atik anggaran di APBD perubahan 2021. Perkiraan defisit keuangan Kaltim, ditaksir tidak sampai menyentuh angka Rp1 triliun.

Muhammad Sa’duddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, defisit yang dialami Kaltim kemungkinan berkisar sekitar Rp700 miliar.

Baca Juga :  [WARTAMERTA] Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 Bertambah 1 di Balikpapan, 2 Kasus Lainnya Dinyatakan Sembuh

“Perkiraan kami defisit tidak sampai Rp1 triliun, hanya sekitar Rp700 miliar. Itu karena kemungkinan tidak tercapai sampai Desember 2021,” ungkap Sa’duddin, Selasa (7/9/2021).

Pada ABPD murni 2021 kemarin, belanja daerah dipatok di angka Rp11,61 triliun, pada pembahasan awal APBD perubahan 2021 ini, Pemprov Kaltim melalui tim anggaran mengusulkan belanja daerah naik menajdi Rp12,17 triliun.

Sementara itu, tumpuan pendapatan utama berdasarkan dari dana bagi hasil (DBH) yang diberikan pusat, baik dari pajak dan pendapatan migas.

Sa’duddin mengungkapkan dari Rp4,8 triliun target transfer pusat ke daerah sebagai dana bagi hasil, hingga akhir Agustus 2021, baru tersalur sekitar Rp2 triliun atau 40,1 persen.

Baca Juga :  Waspada!! Pasien Sembuh Covid-19 Masih Bisa Tertular Lagi, Plt Kadinkes: Masih Mungkin

“Baru Rp2 triliun atau 40,1 persen capaian pendapatan transfer DBH dari pusat,” jelasnya.

Masih tersisa Rp2,8 triliun DBH yang belum tersalurkan. Angka inilah yang diyakini tidak akan seluruhnya ditransfer ke daerah sebagai imbas dari refocusing anggaran yang dilakukan Kemenkue RI.

“Pengaruhnya ke APBD kami hitung, apakah itu dikoreksi atau tidak. Yang pasti DBH Rp4,8 triliun kemungkinan tidak tercapai,” tegasnya.

“Termasuk kemungkinan tidak tertransfer ke daerah sekitar Rp700 miliar,” pungkasnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Lanjutkan Sidang Pemberi Suap Bupati AGM, JPU Hadirkan 5 Orang Saksi

Ragam

Jumlah Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Tahun 2022 Capai 256 Orang, Belum Ada Tanda-tanda Program Bantuan Sosial dari Pemprov Kaltim 

Ragam

Kapal Muatan 30 Ton Batu Bara Karam di Perairan Anggana, 3 ABK Hilang

Ragam

Baru 3 Tahun Ditahan di Lapas Narkotika, Napi Jadi Otak Peredaran Sabu Seberat 1 Kilogram

Ragam

BKD Kaltim Bersiap Gelar SKB CPNS September Mendatang, Bersama Pusat Otak Atik Protokol Kesehatan Saat Test

Ragam

Lakukan Evaluasi Dokumen RAPBD Hari Ini , Pemprov Kaltim Akan Panggil TAPD Kabupaten/kota

Ragam

RS SMC Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Protokol Kesehatan Ketat Diberlakukan

Ragam

Golkar Bangun Kantor di Atas Tanah Milik Pemerintah Tanpa Kejelasan Status, Castro: Perbuatan Melawan Hukum