Home / Ragam

Senin, 4 Oktober 2021 - 16:53 WIB

Update Kasus Dugaan Cek Kosong, Rekomendasi Gelar Perkara Khusus Segera Tiba ke Polresta Samarinda

Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim

Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Rekomendasi hasil gelar perkara khusus telah dikirim oleh Mabes Polri ke Polresta Samarinda.

Hal tersebut disampaikan Jumintar Napitupulu, Penasehat Hukum (PH) Irma Suryani, usai melihat perkembangan dugaan kasus cek kosong di Unit PPA Polresta Samarinda, Senin (4/10/2021) hari ini.

“Kalau penyampaian dari kanitnya itu, rekomendasi itu sudah dikirim Jumat kemarin bentuk fisiknya. Rekomendasi itu dari Mabes hasil gelar perkara khususnya,” kata Jumintar.

Belum diketahui apa isi rekomendasi Mabes Polri tersebut. Pasalnya pihak PPA Polresta belum menerima fisik rekom tersebut.

Perkiraan fisik rekomendasi baru diterima pihak polresta sekitar 3 sampai 4 hari setelah paket fisik tersebut dikirim.

“Terkait isi rekomendasinya belum disampaikan ke Polresta Samarinda, karena memang belum sampai kan fisik rekom itu, jadi belum disampaikan isinya. Jumat baru dikirim, kemungkinan 3-4 hari baru sampai,” jelasnya.

Diketahui, gelar perkara atas dugaan kasus cek kosong digelar pada Selasa (7/9/2021) bulan lalu, di Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.

Baca Juga :  Satpol PP Balikpapan Tata Ulang Fasilitas Umum di Pasar Pandansari

Gelar perkara dilaksanakan selama lebih kurang dua jam setengah, dari sekira pukul 09.30 WIB, hingga pukul 12.00 WIB.

Progres perkembangan kasus dugaan cek kosong yang menyeret nama Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim dan sang istri Nurfadiah, masih dalam pengembangan penyidikan kepolisian.

Jumintar menjelaskan, dalam waktu dekat pihak kepolisian akan kembali mengambil keterangan tambahan pelapor. Selain itu, pihak penegak hukum juga akan meminta tambahan alat bukti.

“Dalam waktu dekat kami akan dipanggil untuk keterangan pelapor lagi untuk keterangan tambahan dan bukti yang mereka minta dari kami. jadwal belum mereka (pihak kepolisian) tentukan,” tegasnya.

Hasan Masud Tanggapi Santai Soal Dugaan Cek Kosong, Sebut Ada Mispersepsi

Sementara itu, Hasanuddin Masud, menanggapi santai laporan dirinya dan sang istri di Polresta Samarinda.

Baca Juga :  Kritik Densus 88, Fadli Zon : Hanya Lawan Kotak Amal dan Kurma

Hasan Masud menyebut ada missed yang terjadi di laporan tersebut. Ia menyangkal menjadi komisaris dari perusahaan yang mengeluarkan cek kepada Ibu Irma Suryani.

Pihaknya akan berupaya mencocokan data fakta terkait spesimen yang saat ini diuji oleh pihak kepolisian.

“Saya bukan komisaris di perusahaan itu tidak ada nama saya tercantum. Itu kesalahannya, saya tidak duduk dalam perusahaan itu. Ibu Nurfadiah bukan sebagai direktur di perusahan itu,” ungkap Hasan Masud.

“Makanya ada missed di situ, makanya ini kami sedang berupaya mencocokan data dengan Polresta Samarinda termasuk ke Polda, soal spesimen itu,” imbuhnya.

Hasan Masud sebagai terlapor dalam kasus dugaan cek kosong berharap nantinya laporan yang menyeret nama dirinya dan istri bisa dianulir atau diperbaiki.

“Itu kan faktanya tidak seperti itu. Fakta itulah yang akan kami bawa untuk dianulir dan diperbaiki lah laporan itu,” katanya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Diduga Main HP Sambil Nyetir, Sebuah Truk Lindas Polisi hingga Tewas

Ragam

Menteri Sandiaga Uno : Pandemi Covid-19 Memberikan Dampak  Signifikan bagi Seluruh Sektor Usaha

Ragam

Klarifikasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas: Kemenag Bukan Hanya untuk NU

Ragam

Tingkatkan Metabolisme, 5 Perubahan Kecil Berikut Ini Penting untuk Anda Lakukan

Ragam

Dinkes Samarinda Beri Penjelasan Terkait Kasus Surat Rapid Test Palsu 4 Calon Penumpang di Bandara APT Pranoto

Ragam

Kasus Konfirmasi Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Bertambah 1

Ragam

[BREAKING NEWS] Update Kamis (30/4): Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 15 Kasus, Berasal dari Berau, Balikpapan, dan Bontang

Ragam

Kabar Baik!! Per Selasa (12/5/2020) Tiga Pasien Lagi Dinyatakan Sembuh dari Corona, Berikut Data Lengkap dan Sebarannya