Home / Ragam

Sabtu, 11 September 2021 - 18:21 WIB

Update Terbaru Progres Perencanaan Pembangunan Terowongan Bukit Steling

Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama PUPR Samarinda saat tinjau lokasi perencanaan pembangunan terowongan di bukit Steling beberapa waktu lalu/ Diksi.co

Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama PUPR Samarinda saat tinjau lokasi perencanaan pembangunan terowongan di bukit Steling beberapa waktu lalu/ Diksi.co

Kaltimminutes.co, Samarinda – Proses perencanaan pembangunan terowongan bukit Steling, Kelurahan Sungai Dama, kecamatan Sambutan, terus berjalan.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Hero Mardanus menyebut, saat ini pihaknya tengah menunggu hasil pengukuran topografi.

Pengukuran topografi tersebut dilakukan oleh tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Samarinda, yang telah bekerja sejak akhir bulan Agustus lalu.

“Sekarang sedang pengukuran topografi, kemungkinan agak lama sekitar dua mingguan lagi, sampai sekarang kita masih belum lihat hasilnya,” ungkapnya, Jumat (10/9/2021) kemarin.

Hero mengatakan, dalam pengukuran topografi itu ada beberapa komponen yang menjadi item pengukuran.

Sehingga tim teknis sendiri perlu untuk mengukur hingga menganalisa setiap komponen pengukuran sampai nantinya hasil tersebut dipresentasikan kepada wali kota.

Baca Juga :  BKD Kaltim Batasi Layanan Kepegawaian Usai Didi Rusdiansyah Positif Covid-19, Seluruh Staf Isolasi Mandiri di Rumah

“Kita melihat kerekatan tanah disitu, berdasarkan topografi segmen mana yang mau dipotong dan sebagainya, kalau kita mau bor, kita harus mengerti struktur tanah yang ada disitu,” terang Hero.

Hasil dari pengukuran topografi itu dikatakan akan masuk dalam studi kelayakan yang menjadi acuan perencanaan proyek dengan skema tahun jamak tersebut.

“Ya nanti arahnya ke sana (kelayakan), tim nya sedang bekerja,” imbuhnya.

Diketahui, berdasarkan pemaparan Wali Kota Samarinda Andi Harun, perencanaan terowongan yang diproyeksi sepanjang 550 meter itu dianggarkan pada APBD Perubahan tahun 2021.

Baca Juga :  DPRD Balikpapan Akan Segera Bahas APBD Perubahan 2021, Dijadwalkan Mulai Senin Depan

Sedangkan pembangunan fisiknya ditargetkan mulai tahun 2022 dengan skema pembiayaan tahun jamak, yang memungkinkan penganggaran dan tahapan pembangunannya dilakukan secara bertahap di setiap tahunnya.

Adapun total anggaran yang diperkirakan dihabiskan untuk proyek tersebut mencapai Rp 450 miliar dari dana APBD kota Samarinda.

Selain proyek pembangunan terowongan, skema pembiayaan pembangunan dengan tahun jamak juga rencananya akan dilakukan terhadap proyek pembangunan pintu air di muara Sungai Karang Mumus sebagai upaya penanganan banjir.

Namun, saat ini Pemerintah Kota Samarinda, sedang mengupayakan proyek tersebut untuk menjadi program pemerintah pusat sehingga biaya pembangunan dan eksekusinya akan dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah pusat. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tanggapi Kasus OTT di Berbagai Daerah, Andi Harun Ingatkan Seluruh ASN Hindari Praktik Korupsi, Suap dan Gratifikasi

Ragam

Kegiatan Lomba Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat, Rinda Wahyuni Harun Berharap Ini

Ragam

Pantai Ulee Lheue Banda Aceh Tercemar Batubara, Pemerintah Harus Tindak Tegas Perusahaan yang Tak Peduli Lingkungan

Ragam

Peduli Negeri, PW KBBKT Bagikan Ribuan Takjil dan Masker ke Warga Samarinda, Upaya Bantu Pemerintah Lawan Covid-19
Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, ditemui Senin (20/9/2021)

Ragam

Update Kasus Dugaan Cek Kosong, Rekomendasi Gelar Perkara Khusus Segera Tiba ke Polresta Samarinda

Ragam

Kasus Pencabulan Siswi SMP di PPU Minim Informasi, Kuasa Hukum Tersangka Belum Angkat Bicara

Ragam

Sempat Jadi Polemik, Dua Usulan Proyek MYC Pemprov Batal Masuk KUA-PPAS, Kelengkapan Berkas Jadi Pemicu

Ragam

Syamsul Komari Dibebastugaskan Sebagai Kadis Pertanahan Samarinda, Pemkot Beberkan Alasannya