Home / Ragam

Sabtu, 20 November 2021 - 19:55 WIB

Usai Permendikbud 30 Dirilis, Laporan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Mulai Bermunculan

ilustrasi kekerasan seksual di kampus / nu.or.id

ilustrasi kekerasan seksual di kampus / nu.or.id

Kaltimminutes.co – Usai Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dirilis banyak pihak yang sudah melaporkan kekerasan seksual.

Hal ini diungkapkan  Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nizam.

Nizam mengatakan saat ini sudah banyak pihak yang melaporkan ke kementeriannya terkait tindakan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

“Saat Permendikbud itu baru keluar, sudah ada beberapa laporan yang sampai ke saya. Mereka yang selama ini tidak berani melapor, sekarang mulai bermunculan di perguruan tinggi kita,” kata Nizam dalam diskusi virtual, Jumat sore (19/11).

Dia juga meminta para rektor perguruan tinggi mengeluarkan aturan turunan dari Permendikbudristek 30/2021. Pimpinan kampus melalui rektorat atau dekanat diharapkan dapat segera membentuk aturan turunan yang bisa mencegah kasus kekerasan seksual terjadi.

Baca Juga :  Waspada! Diare dengan Intensitas Tinggi Bisa Menyebabkan Kanker Usus

Kampus, kata Nizam, bisa mulai dengan membuat aturan untuk mengurangi kontak dosen dan mahasiswa di luar lingkungan kampus. Contohnya seperti melarang bimbingan skripsi dilakukan di ruang tertutup pada malam hari, atau bimbingan skripsi di rumah.

“Pencegahan bisa dilakukan melalui peraturan atau regulasi yang dikeluarkan rektor. Misalnya, jangan sampai ada bimbingan skripsi dilakukan di rumah, atau di ruang tertutup pada malam hari karena itu sangat berisiko,” ucapnya.

Lebih lanjut, Nizam berharap beleid yang menuai kontroversi itu bisa menjadi payung hukum yang jelas untuk mencegah kekerasan seksual terjadi di lingkup Pendidikan Tinggi.

Nizam juga berharap tidak ada lagi ‘predator seksual’ yang berkeliaran di lingkungan kampus, sehingga iklim pendidikan tinggi dipastikan aman.

Baca Juga :  Jurus Baru Tangani Banjir Samarinda, Andi Harun Rencanakan Ubah Lubang Tambang Jadi Kolam Retensi

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Permendikbud ini bisa jadi payung hukum di civitas akademika, maka predator yang selama ini terlindungi di balik kerangka yang abu-abu itu bisa kita tuntaskan,” ujar Nizam.

Permendikbud Nomor 30/2021 tentang Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi itu disorot publik lantaran mendapat kritik dari organisasi masyarakat. Kelompok penentang menyebut beleid itu dapat melegalkan zina dan seks bebas.

Kemendikbudristek sebelumnya telah membantah tudingan tersebut. Kendati demikian, kementerian di bawah Nadiem Makarim itu mengaku bakal mengkaji semua masukan dari berbagai pihak. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Laporan Kekerasan Seksual Kampus Bermunculan Usai Permendikbud Rilis”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211120143727-20-723815/laporan-kekerasan-seksual-kampus-bermunculan-usai-permendikbud-rilis. 

Share :

Berita Terkait

E-Sports

Asik!! 200 Komputer Akan Dibagikan Untuk Guru di Pedalaman

Ragam

Pemprov Minta Perusahaan dan Kab/Kota Siapkan Mobil PCR Bantu Percepat Proses Tracing Covid-19

Ragam

Bila 14 Mahasiswa Kaltim di Natuna Kembali ke Bumi Etam, Komisi II Berharap Tidak Ada Tekanan Sosial dari Masyarakat

Ragam

Bocah 8 Tahun Meninggal di Bontang Miliki Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19, Sang Ayah Diduga Miliki Riwayat ke Jakarta

Ragam

Tips Merawat Ikan Koi, Berikut 7 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ragam

Pengawasan Penjualan Tabung Oksigen dan Obat-obatan Terus Ditingkatkan, Kasat Reskrim Imbau Masyarakat Lakukan Ini

Ragam

TVRI Siarkan Materi Untuk Program Belajar di Rumah, Ini Jadwal Tayangnya

Ragam

Tol Balsam Seksi 1 dan Seksi 5 Bakal Segera Rampung, Audit Berjalan Akuntabilitas Dilakukan BPKP