Home / Ragam

Selasa, 15 Desember 2020 - 21:12 WIB

Usai Tiga Hari Proses Pencarian, Jenazah Motoris yang Tenggelam di Sungai Mahakam Ditemukan

FOTO : Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah motoris yang ditemukan pada pencarian hari ke-tiga/IST

FOTO : Tim SAR gabungan saat melakukan proses evakuasi jenazah motoris yang ditemukan pada pencarian hari ke-tiga/IST

Kaltimminutes.co, Samarinda – Setelah tiga hari melakukan upaya pencarian sosok motoris PT Pelindo IV cabang Samarinda yang dikabarkan tenggelam di Sungai Mahakam pada Minggu 13 Desember lalu akhirnya membuahkan hasil.

Pria bernama Wahyudi itu ditemukan tewas mengambang sejauh 11 kilometer dari titiknya tenggelam pada Selasa (15/12/2020) pukul 04.00 Wita subuh tadi. Tepatnya di perairan Mahakam kawasan Kelurahan Selili, tak jauh dari tempat pelelangan ikan tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah pria 23 tahun itu.

“Yang pertama kali menginformasikan kapal pencari kayu. Kemudian diteruskan dan kami mendapatkan kabar penemuan ini dari siaran radio KSOP (Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan),” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta melalui, Koordinator Siaga Basarnas Samarinda, Riqi Efendi, siang tadi.

Jauhnya titik penemuan korban, lanjut Riqi, juga dipengaruhi oleh lokasi awal tenggelamnya. Tenggelam di tengah Sungai Mahakam dengan arus bawah yang kuat membuat jasad pemuda malang itu hingga terseret sejauh 11 kilometer.

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru Dilarang Berlebihan, Citra Niaga dan Tepian Akan Diawasi

Dalam proses evakuasi, tim SAR sempat mendapatkan kendala. Mobil ambulans yang tak bisa merapat ke tepi sungai membuat titik evakuasi berpindah.

Jasad yang sudah membengkak itu dibawa terlebih dahulu ke kawasan Kelurahan Teluk Lerong. Setelah itu, baru lah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Abdul Wahab Sjahrnie.

Ditanya kondisi korban saat ditemukan, Riqi menerangkan jika korban tidak menggunakan life jaket atau pelampung. Hanya mengenakan seragam PT Pelindo IV.

“Terus kami serahkan ke Polair dan Inafis Polresta Samarinda mengarah ke RSUD AWS,” kuncinya.

Terpisah, Manager Pelayanan Kapal PT Pelindo IV, Alwi Tunru menuturkan, jika korban akan dikebumikan di Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), kampung kelahirannya.

“Saya sedang di Balikpapan, (korban) langsung di antar ke Sulawesi, saya yang mewakili atas nama Pelindo IV cabang Samarinda,” tuturnya.

Baca Juga :  Gasss!!, Ini Cara Klaim Token Listrik Gratis dan Diskon Via WhatsApp

Disinggung soal life jaket yang tidak dikenakan korban, padahal merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam bekerja, Alwi mengatakan jika pelampung tersebut kemungkinan terlepas. Termasuk sepatu dan jaket yang tidak ditemukan pada jenazah korban.

“Tadi pagi saya konfirmasi ke tim SAR juga, itu bisa saja terbuka pak. Hari pertama sore pas kami penyisiran, kami juga temukan life jaket juga pak,” ungkapnya.

Mengetahui alat keselamatan diri yang terbuka, Alwi melaporkan penemuan itu ke pihak KSOP Kelas II Samarinda. Nantinya seluruh alat keselamatan termasuk kapal PT Pelindo IV cabang Samarinda akan diperiksa kelayakannya.

“Pemeriksaan itu ranahnya KSOP. Sudah kami laporkan, nanti tim sarpras (sarana dan prasarana) yang memeriksa. Kami tinggal tunggu surat balasan saja,” tutupnya. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Jalan Tengah Jalur Gunung Manggah, Dishub Samarinda Akan Ajukan Revisi Perwali

Ragam

Data Singkat dan Runtutan Kejadian dari 10 Kasus Positif Covid-19 Baru di Kaltim, Sebagian Besar Peserta Ijtima Gowa

Ragam

Berpotensi Sebarkan Virus Corona, Dinkes Kaltim Sesalkan Pembagian Sembako Oleh Gubernur Kaltim Hingga Terjadi Pengumpulan Massa Besar

Ragam

Tenaga Honorer Akan Dihapus, BKD Kaltim Tunggu Arahan Pusat

Ragam

Isran Noor Berkelakar, Sebut Corona Tidak Mau Masuk Indonesia Karena Birokrasinya Susah

Ragam

Lockdown Kaltim Dilanjutkan Tiap Akhir Pekan, Yudha: Kami Berlakukan Terus Sampai Corona Turun

Ragam

Disetujui Gubernur, Balikpapan Akan Bangun Gedung Isolasi Khusus Penyakit Menular

Ragam

Tinjau Lokasi Inti IKN, Pemprov Kaltim Berencana Bebaskan 13 Hektare Lahan untuk SuplaiĀ Air Baku