Home / Ragam

Minggu, 10 Mei 2020 - 16:43 WIB

Utak-Atik Strategi Tangkal Mudik Jalur Laut di Balikpapan

Ilustrasi penumpang kapal di Balikpapan

Ilustrasi penumpang kapal di Balikpapan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan buka suara terkait kebijakan Menteri Perhubungan dalam pembukaan kembali jalur transportasi laut dan udara yang dilayangkan beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Pemkot Balikpapan akan mendiskusikan bersama KSOP dan juga membuat pos di beberapa titik untuk menjaga bahwa jalur laut tidak dimanfaatkan untuk mudik.

Pemkot Balikpapan akan mengerahkan petugas untuk mencermati dan melihat protokol kesehatan yang berjalan semestinya, dan kemungkinan surat kesehatan yang dimanfaatkan penumpang.

“Kita akan cek penumpangnya apakah benar berkepentingan sesuai dispensasi atau akal-akalan,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Baca Juga :  [BREAKING NEWS] Bertambah 5 Kasus Baru Covid-19 di Kaltim, Berasal dari Balikpapan, Paser, dan PPU, Total 167 Kasus

“Kalau akal-akalan kita kembalikan ke tempat asalnya tidak boleh terbang, kita tidak mau kecolongan dan menambah lagi jumlah yang terpapar Covid-19,” tegasnya.

Rizal mengatakan kebijakan baru ini dirasa berat bagi Pemkot Balikpapan, namun karena kebijakan tersebut dilakukan oleh Pemerintah Pusat tentu Pemkot Balikpapan harus menghormati dan akan mengevaluasinya kembali.

Pengaktifan kembali jalur operasional transportasi bandara dan pelabuhan dikhususkan kepada orang yang memiliki kepentingan mendesak dan mendapat surat dispensasi.

Rizal mengantisipasi jangan sampai jalur transportasi dimanfaatkan penumpang yang digunakan untuk mudik, terutama jalur laut yang kemungkinan berpotensi untuk mengelabui kebijakan.

Baca Juga :  Barkati-Darlis Kantongi Dukungan PAN di Pilwali Samarinda, PDIP dan Demokrat Belum Pasti

“Yang paling kami khawatirkan adalah memang jalur transportasi laut, ini yang mungkin kita harus waspada,” katanya.

Hal ini diwaspadai Pemkot Balikpapan karena angka penambahan kasus Covid-19 di Balikpapan kian meningkat, yang berasal dari bebagai klaster di luar kota.

“Kita melihat sebagian klaster yang terpapar Covid-19 datang dari daerah-daerah yang penerbangannya akan dibuka, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar itu kan daerah-daerah yang zona merahnya sangat tebal,” kata Rizal. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

PT Jasa Marga Segera Siapkan Rambu Lalu Lintas Tol Balsam, Seksi 1 dan 5 Ditarget Rampung Jelang Idulfitri

Ragam

Samarinda Siap PSBB Bila Sudah Terjadi Penularan Lokal, Jaang: Turun ke Medan Tempur Kami Siap

Ragam

[BREAKING NEWS] Kaltim Tambah 5 Kasus Positif Covid-19 Baru, 4 di Antaranya dari Klaster Ijtima Gowa

Ragam

[BREAKING NEWS] Terus Bertambah, Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah 5 Kasus, Dari 4 Daerah di Kaltim

Hukrim

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Kawasan Pelabuhan Temukan Warung Jual Miras Ilegal

Ragam

Lockdown Belum Jadi Prioritas Pemprov Kaltim dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19

Ragam

Puluhan Pengendara Terjaring Razia Masker di Samarinda Ulu, Pelanggar Dapat Sanksi Sosial dan Denda

Ragam

Penghitungan Suara Pilwali di KPU Samarinda, KIP Apresiasi Keterbukaan Proses Disiarkan Langsung