Home / Ragam

Selasa, 31 Maret 2020 - 15:36 WIB

Wabah Covid-19 Makin Ganas, Pemerintah Tetap Cari Investor untuk IKN Baru

Ilustrasi desain pembangunan IKN di Kaltim

Ilustrasi desain pembangunan IKN di Kaltim

Kaltimminutes.co, Samarinda – Update data kasus Covid-19 Indonesia, pada Senin (30/3/2020), total pasien positif mencapai 1.414 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 122 orang, dengan jumlah yang sembuh 75 orang.

Makin ganasnya wabah virus mematikan asal Wuhan ini, nampaknya tidak menyurutkan niat pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Disampaikan, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, bahwa pemindahan IKN ke Kaltim masih terus berproses.

Meski begitu, dirinya mengakui proses pemindahan ini berjalan lambat akibat wabah Covid-19.

Saat ini pihaknya bersama kementerian terkait lainya pun tengah melakukan komunikasi intens dengan berbagai calon investor.

Baca Juga :  Dana Bansos Tak Tersampaikan Secara Jelas, Akademisi Unmul Sebut Indikasi Penyimpangan Sulit Dihindari

“Saat ini persiapan (pemindahan ibu kota) masih on track. Tim dari Kemenko Maritim dan Investasi bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai calon investor dan mitra di joint venture untuk pengembangan ibu kota ini,” katanya, pada Rabu (25/3/2020).

Meski begitu, berbagai opsi pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) masih terus dipertimbangkan oleh pemerintah. Sehingga pada saatnya nanti akan diputuskan secara bersama-sama baik pemerintah maupun DPR RI.

Sebelumya, Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) sekaligus calon Chief Executive Officer (CEO) Badan Otorita Ibu Kota Baru, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah hanya fokus menangani Covid-19. Belum ada pembahasan soal kelanjutan proses pemindahan ibu kota negara.

Baca Juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, Wali Kota Samarinda Andi Harun Berbagi Tips untuk Menjaga Kebugaran Tubuh

“Saat ini fokus pada penanganan Covid-19,” kata Bambang, dikutip dari Merdeka.com.

Diketahui, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 62,3 triliun untuk penanganan Covid-19. Anggaran ini berasal dari realokasi APBN, baik yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga di pusat maupun daerah.

Besarnya alokasi anggaran penanganan Covid-19 tidak menutup kemungkinan mempengaruhi anggaran pemindahan ibu kota. Sebab, sumber dana sama-sama dari APBN. Berdasarkan hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas, pemindahan ibu kota negara akan menelan anggaran Rp 466 triliun.

Dari kajian itu, Rp 466 triliun ini tidak hanya didapatkan dari APBN, tetapi juga Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan swasta. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Tanggapi Soal Keluhan Warga yang Ditolak Rumah Sakit, Novan Syahroni: Harus Segera Panggil Pihak RS untuk Klarifikasi
Hasanuddin Masud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, ditemui Senin (20/9/2021)

Ragam

Update Kasus Dugaan Cek Kosong, Rekomendasi Gelar Perkara Khusus Segera Tiba ke Polresta Samarinda

Ragam

Janji Politik, Rahmad-Thohari Janjikan Program Kesehatan dan Pendidikan Gratis di Balikpapan

Ragam

Pemkot Samarinda Endorse Rumah Panggung Anti Banjir di Medsos, Netizen: Pemkot Kerjanya Ngapain!

Ragam

Ngotot Lakukan Pelonggaran, Kadinkes Samarinda Sebut Kota Tepian Terapkan Relaksasi, Bukan New Normal

Ragam

Pegadaian Jadi Alternatif Warga Samarinda Menggadai Barang, Transaksi Meningkat Saat Pandemi

Ragam

Dampak Tracing Testing Maksimal, Tren Kasus Harian Tinggi di Kaltim Mengalami Kenaikan

Ragam

Tugas Pjs Hanya di Masa Kampanye, Diharap Bantu Jaga Netralitas ASN di Pilkada