Home / Ragam

Kamis, 9 April 2020 - 19:12 WIB

Waduh! Dampak Covid-19, 4.109 Pekerja Dirumahkan dan 323 Orang Kena PHK di Kaltim

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Datuk Badaruddin

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Datuk Badaruddin

Kaltimminutes.co, Samarinda – Wabah Covid-19 membuat perekonomian Kaltim terpukul hingga mengalami pelambatan.

Hingga Maret 2020 lalu, perekonomian Kaltim, mengalami pelambatan 0,8 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Aji Sofyan Effendi, Pengamat Ekonomi asal Universitas Mulawarman.

Aji Sofyan menjelaskan, bila tiga bulan ke depan (April, Mei, Juni), wabah Covid-19 masih mengganas dan korban semakin banyak. Dirinya menyakini pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa terkoreksi 1,5 persen lebih, dari pertumbuhan ekonomi sekarang 4,7 persen.

“Pediksi saya jika dalam waktu tiga bulan ke depah wabah Covid-19 ini makin mengganas. Maka pertumbuhan ekonomi Kaltim berada di angka 3,2 persen,” jelasnya.

Benar saja, akibat pelambatan ekonomi ini berdampak pada dunia usaha. Bahkan, akibat wabah ini, berdampak pada dunia tenaga kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Datuk Badaruddin menjelaskan berdasarkan data yang diterima dari perusahaann per tanggal 7 April 2020, jumlah tenaga kerja yang dirumahkan 4.109 orang berasal dari 70 perusahaan di Kaltim. Sedangkan tenaga kerja mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 323 orang dari 33 perusahaan.

Baca Juga :  Mulai Beroperasi Desember 2019, Sudah 8 Kecelakaan Terjadi di Tol Balsam

“Data itu kami update terus setiap hari. Kemungkinan akan terus bertambah dan data diteruskan ke Kemenaker RI,” katanya melalui rilis tertulis, Rabu (9/4/2020).

Sementara sektor yang paling banyak terdampak pada wabah Covid-19 ini, adalah sektor industri dan jasa.

Nantinya, para pekerja yang terkena PHK, akan dilakukan verifikasi oleh Disnakertrans Kaltim untuk mendapatkan kartu prakerja.

Datuk menyebut, Kaltim mendapat kuota kartu prakerja dari Kementerian Tenaga Kerja RI, kurang lebih 84 ribu dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Dinkes Samarinda Pastikan Kasus Dua Perawat Positif Covid-19 di AWS Tak Akan Ganggu Penerapan New Normal

Pekerja terkena PHK akibat dampak Covid-19 akan diprioritaskan terlebih dulu. Setelah itu tenaga kerja yang ter PHK dengan alasan lain dari perusahaan bersangkutan.

“Disnakertrans Kaltim mengimbau perusahaan melalui surat edaran yang dikirimkan untuk meningkatkan tim pembina keselamatan kerja untuk meningkatkan perannya dimasing-masing perusahaan dan menyampaikan laporan update, kalau ada diantara pekerja terpapar Covid-19. Kita belum menerima informasi ada karyawan yang terpapar Covid-19,” jelasnya.

Untuk pekerja yang ter PHK maupun dirumahkan akan ditentukan oleh kementerian guna mendapatkan konpensasi kartu prakerja.

Sementara Disnakertrans Kaltim hanya memverifikasi data. Setelah itu data dilaporkan lengkap by nameb by address. Data yang dikirim berupa nama karyawan, nomor kontak, NIK, email, dan pekerjaan. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

168 KPPS di Bontang Resmi Dilantik, Bertugas hingga 23 Desember Mendatang

Ragam

Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Andi Harun Bersama Jajaran Pemkot Samarinda dan OPD Turun ke Jalan

Ragam

Dinas Pertanahan Diusulkan Dibubarkan, Wali Kota Ungkap Harus Didasari Kajian Teknis

Ragam

Sudah 18 PDP Meninggal Selama Pandemi, Padahal Hanya Dua yang Terkonfirmasi Positif, Kenapa Tren Kematian PDP Tinggi?

Ragam

Update Terbaru Kasus Covid-19, Samarinda Ditetapkan Pusat Masuk PPKM Level 2

Ragam

Pejabat Daerah Tak Terima THR, Ini Kemungkinan Jumlah THR yang Diterima Gubernur, Wagub, dan Sekprov Kaltim
Aktivitas di Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan

Ragam

Konsumsi BBM Turun Selama WFH, PT Pertamina Hentikan Operasional Kilang Minyak Selama Mei 2020

Ragam

Dinkes Kaltim Sarankan Samarinda Penuhi Syarat-syarat Ini Sebelum Berlakukan Kehidupan Normal Baru