Home / Ragam

Rabu, 1 April 2020 - 12:04 WIB

Waduh!!! Ternyata Penggunaan Disinfektan Untuk Tubuh Berbahaya, Bisa Picu Kanker Kulit

Kaltimminutes.co, Samarinda – Untuk menekan terjadinya penyebaran lokal (transmisi lokal) Covid-19 di Samarinda. Bandara dan pelabuhan di Kota Tepian telah dilengkapi bilik disinfektan.

Bilik ini digunakan untuk menyemprotkan disinfektan ke penumpang yang baru turun dari pesawat ataupun kapal. Harapannya, penumpang tersebut bersih dari virus yang menempel di tubuh.

Meski dirasa efektif, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah mengeluarkan pernyataan bahwa penggunaan disinfektan bila disemprotkan ke tubuh manusia, secara berlebihan dapat membahayakan tubuh manusia.

Cairan disinfektan yang dimaksud WHO adalah yang mengandung alkohol dan klorin.

Ancaman kesehatan akibat disinfektan ini dibenarkan oleh Andi Muhammad Ishak, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim.

Andi menyampaikan bahwa cairan disinfektan sebenarnya diperuntukan untuk benda mati, bukan disemprotkan kepada makhluk hidup.

“Sebenarnya dia itu membunuh virus yang melekat di pakaian. Kalaupun mau disemprot harusnya jangan ada dengan manusianya,” kata Andi, dikonfirmasi Rabu (1/4/2020).

Baca Juga :  Tak Ketinggalan Salurkan Hak Pilih, Gubernur dan Wagub Kaltim Nyoblos di Pilwali Samarinda, Ini Pesannya

Kandungan berbahaya di cairan disinfektan karena mengandung bahan kimia, seperti klorin. Senyawa inilah yang bila digunakan berlebih akan membuat iritasi kulit. Pada kondisi terparah klorin akan berubah menjadi zat karsinogenik, yang dapat memicu pertumbuhan kanker pada kulit.

“Bahan disinfektan itu tidak semua aman untuk digunakan di tubuh manusia. Bisa terjadi iritasi di kulit, atau bisa menjadi zat karsinogenik penyebab kanker bagi manusia. Kalau di kulit kan lebih baik menggunakan antiseptik, buka disinfektan,” jelasnya.

Andi menambahkan, untuk lebih aman, warga bisa menggunakan bahan disinfektan yang alami, seperti cairan rebusan air sirih. Air rebusan sirih ini bisa menjadi disinfektan alami.

Hal senada juga disampaikan oleh dr Rachim Dinata Marsidi, Praktisi Kedokteran di Kaltim.

Mantan Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda ini menegaskan, kandungan klorin dalam disinfektan bisa menghasilkan zat karsinogenik yang bisa memicu kanker.

“Disinfektan yang mengandung bahan kimia gak bagus memang. Kalau kita setiap hari disemprotin terus, itu bahaya karena zat kimianya itu bisa jadi karsinogenik, pemicu kanker,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekkot Samarinda Jadi Komisaris PT PSP, Sugeng: Perintah Wali Kota

dr Rachim menjelaskan, untuk membunuh virus di tubuh, cukup mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau bisa langsung mandi menggunakan sabun.

“Sebenarnya cukup mencuci tangan dengan sabun. Tidak perlu disinfektan disemprot ke muka. Bahan-bahan kimia membuat iritasi, bahaya buat kulit,” tegasnya.

Selain bahan alami untuk disinfektan, pada kondisi mendesak seperti ini, bilik disinfektan di bandara dan pelabuhan bisa menggunakan air sabun. Sebab, air sabun menurut Rachim juga bersifat sebagai disinfektan, namun dengan risiko yang sangat kecil.

“Sebenarnya disinfektan itu cukup dengan air sabun. Karena fungsinya kan mengurai lemak kan yang sabun-sabun itu. Karena virus itu bentuknya protein, ya bisa hancur juga dia kalau kena air sabun. Itu lebih baik daripada disinfektan yang mengandung bahan kimia,” pungkasnya. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Transmisi Lokal 1 Keluarga, Kadinkes Balikpapan: Belum Pasti yang Sakit Duluan Jadi Penularnya

Hukrim

Operasi Cipta Kondisi, Polsek Kawasan Pelabuhan Temukan Warung Jual Miras Ilegal

Ragam

Cegah Penularan Corona di Pasar Tradisional, Kadinkes Kaltim Minta Pedagang Pakai Face Shield dan Sarung Tangan

Ragam

Waspada Covid-19, Pemkot Balikpapan Alihkan Anggaran Kegiatan Lain ke KLB

Ragam

Samarinda Tak Masuk Daftar Boleh Lakukan Relaksasi Covid-19, di Kaltim hanya Mahulu yang Diperbolehkan New Normal

Ragam

Terus Bertambah, Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Bertambah 6 Kasus, Sembuh Tambah 5 Kasus

Ragam

Duh… Gedung Baru DPRD Samarinda Alami Kerusakan, Ini Respon Komisi III

Ragam

Dikira Tidur, Buruh Pasir Ditemukan Meninggal Dunia di Bangku Terminal Bus Sungai Kunjang