Home / Ragam

Rabu, 22 April 2020 - 17:08 WIB

[WARTAMERTA] Update Nasional Per 22 April: Kasus Covid-19 di Kaltim Bertambah Satu, Total 69 Kasus


 

Kaltimminutes.co – Update kasus Covid-19 secara nasional, terus mangalami peningkatan yang signifikan.

Data per 22 April 2020, hingga pukul 12.00 WIB, Kemenkes RI mengeluarkan rilis update kasus Covid-19.

Terjadi penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 283 kasus, total konfirmasi positif secara nasional sebanyak 7.418 kasus.

Baca Juga :  Terjadi Kebakaran di Jalan Jelawat Samarinda, Bocah 10 Tahun Jadi Korban Usai Terjebak di Lantai 2

Untuk kasus pasien sembuh dari Covid-19 dari data nasional juga mengalami penambahan sebanyak 71 pasien. Total pasien sembuh sebanyak 913 pasien.

Kasus meninggal mengalami penambahan sebanyak 19 kasus. Total hingga hari ini (Rabu), ada 635 orang yang meninggal karena Covid-19.

Baca Juga :  Mahasiswa Geruduk Kejati Kaltim, Minta Aparat Telusuri Dua Proyek Diduga Dikerjakam Asal-asalan

Sementara itu di Kaltim. Hingga Rabu (22/4/2020) terjadi penambahan 1 kasus konfirmasi positif Covid-19.

Tidak ada penambahan untuk kasus sembuh dan meninggal dunia.

Berikut rincian update kasus Covid-19 nasional, yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI:

(rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Banyak Orang Tua Murid Berubah Pikiran, Pemkot Balikpapan Evaluasi Rencana Belajar Tatap Muka

Ragam

Tunggu SK Mendagri, Pemprov Kaltim Jadwalkan Pelantikan Kepala Daerah di 17 Februari 2021

Ragam

Jokowi Tak Larang Warga Mudik Lebaran, Tapi Pemudik Akan Berstatus ODP dan Wajib Isolasi Mandiri 14 Hari

Ragam

Galau Sanksi di Pembatasan Sosial, Pasar Ramadan di Jalan Lambung Mangkurat Masih Ramai

Ragam

[BREAKING NEWS] – Kasus Covid-19 di Kaltim Tambah 7 Kasus, Didominasi Klaster Magetan dan Klaster Ijtima Gowa

Ragam

Hadiri Kegiatan Syukuran Rujab Ketua DPRD Samarinda, Andi Harun Minta Dapur dan Kamar Mandi Dibenahi

Ragam

Cegah Penyebaran Covid-19, Fasilitas Stadion Sempaja dan Palaran Ditutup Sementara

Ragam

Unjuk Rasa UU Omnibus Law Berpotensi Jadi Klaster, Dinkes Samarinda Belum Berencana Lakukan Rapid Test Massal