Home / Ragam

Jumat, 13 Mei 2022 - 14:49 WIB

Wujudkan Percepatan Penurunan Angka Stunting di Samarinda, Pemkot Tergetkan Tahun 2024 Turun 11 Persen

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus Setyawan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus Setyawan

Kaltimminutes.co, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Samarinda menargetkan penurunan stunting hingga 11,96 persen hingga 2024 nanti.

Mengingat tahun 2019 angka stunting di Samarinda sempat mencapai angka 24 persen dan pada tahun 2021 turun menjadi 21 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Hero Mardanus Setyawan pada kegiatan penyerahan data warga Samarinda yang beresiko stunting di 10 Kecamatan kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kamis (13/12/2022) kemarin.

Hero mengatakan, Pemkot melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kota Samarinda mempunyai target dan berkomitmen untuk tahun 2024 angka stunting di kota Tepian bisa turun hingga 11,96 persen. Mengingat tahun 2019 angka stunting di Samarinda sempat mencapai angka 24 persen dan pada tahun 2021 turun menjadi 21 persen.

Baca Juga :  Jalin Sinergitas Lintas Lembaga, Kapolresta Minta Dukungan DPRD Terkait  Kenaikan Tipe Polresta Samarinda

“Karena tahun 2045 akan menjadi tahun emas bagi negara Indonesia. Maka dibutuhkan generasi emas yang sehat dan berkualitas sumberdaya manusianya. Sehingga persiapan peningkatan kualitas kesehatan sangat dibutuhkan sejak dini,” ujarnya.

Hero menyadari bahwa merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) batas maksimalnya tidak boleh diatas 20 persen. Sebab itu, ia mendukung penuh langkah strategis TPK dalam mengedukasi dan memberi pemahaman tentang bahaya stunting yang terjadi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Dorong Masifkan Pembayaran Non Tunai, Sugiyono Prediksi Bisa Maksimalkan PAD

“Karena tahun 2045 akan menjadi tahun emas bagi negara Indonesia. Maka dibutuhkan generasi emas yang sehat dan berkualitas sumberdaya manusianya. Sehingga persiapan peningkatan kualitas kesehatan sangat dibutuhkan sejak dini,” ujarnya.

“Saya mendukung penuh langkah-langkah startegis ini, dalam mewujudkan percepatan penurunan angka stunting di Samarinda,” ucapnya.

Sebab itu, ia berharap dengan pendekatan keluarga dan membentuk tim pendamping setidaknya bisa sebagai upaya memastikan seluruh intervensi dapat menjangkau seluruh keluarga yang mempunyai risiko melahirkan anak stunting, termasuk bagi Calon Pengantin atau Calon Pasangan Usia Subur (PUS) dapat teridentifikasi. (*)

Share :

Berita Terkait

Ragam

Sejumlah Pihak Desak Regenerasi PBNU, Said Aqil Beri Tanggapan

Ragam

Jalan Rusak Kerap Dikeluhkan Warga, AH: Pemerintah Seharusnya Prioritaskan Hasil Reses Terkait Infrastruktur

Ragam

Pantau Kesiapan Pos Pengamanan, Kapolresta Samarinda Imbau Masyarakat Tetap Berhati-hati

Ragam

Hotman Paris Bantah Lakukan Pelecehan Seksual, Ancam Laporkan Mantan Asisten Pribadinya

Ragam

Eddy Soeparno Disomasi Ade Armando, PAN Siap Pasang Badan 

Ragam

Sempat Khawatir, Dinkes Balikpapan Beber 2 Sampel Tak Terdeteksi Omicron

Ragam

Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok di Samarinda, Andi Harun Dorong PDPAU untuk Lakukan Ini

Ragam

Sidang Penambang Ilegal di Area Pemakaman Covid-19 Serayu, Terdakwa Bantah Belum Bayar Alat Berat