Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Desa Babulu Laut, Pelaku Jalani 56 Adegan

20
×

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Desa Babulu Laut, Pelaku Jalani 56 Adegan

Sebarkan artikel ini
Mapolres Penajam Paser Utara yang digunakan sebagai lokasi reka ulang kejadian pembunuhan satu keluarga

Kaltimminutes.co – Sehari pasca peristiwa pembantaian satu keluarga di Desa Babulu Laut, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Selasa (6/2/2024) lalu, pihak kepolisian dengan cepat menggelar rekonstruksi kejadian, tepat Rabu (7/2/2024) sore kemarin.

Bertempat di halaman Mapolres Penajam Paser Utara, tersangka JND (17) dihadirkan untuk melakoni 56 adegan pembunuhan. Meski hanya berjumlah 56 adegan, namun rekonstruksi itu digelar cukup lama. Yakni dimulai dari sekira pukul 16.00 Wita, dan baru selai pada 20.15 Wita malam tadi.

Example 300x600

“Kemarin kita melakukan rekonstruksi kejadian, ada sebanyak 56 adegan,” ucap Dijelaskan Kapolres Penajam, AKBP Supriyanto melalui Kasat Reskrim AKP Dian Kusnawan, Kamis (8/2/2024).

Meski disebut Dian hanya ada 56 adegan, namun dalam rinciannya JND melakoni reka ulang kejadian lebih dari itu.

“Karena dibeberapa adegan tertentu itu ada adegan a, b, c. Jadi kalau keseluruhannya sebetulnya lebih (dari 56),” tambahnya.

Pada reka ulang kejadian, diketahui sejumlah pihak turut menghadiri. Seperti dari Kejaksaan Negeri Penajam, pengacara korban, pelaku dan pihak keluarga korban.

“Kenapa kita menggelarnya cukup lama, karena kita melakukan rekonstruksi ini dengan sangat mendetail karena jumlah korban yang banyak. Juga agar semua tergambar dan kita bisa mencocokan keterangan dari para saksi, keterangan tersangka maupun hasil dari olah TKP saat tim melakukan pemeriksaan awal (kejadian),” bebernya.

Meski dihadiri pihak keluarga, namun reka ulang kejadian berlangsung lancar hingga selesai. Dari adegan pertama diawal saat JND yang menenggak minuman keras bersama temannya. Kemudian dia pulang untuk mengambil parang untuk digunakan membantai satu keluarga.

“Awalnya tersangka ini mendekati rumah korban, dia melihat ke jendela memastikan apakah korban si suami ada dirumah atau tidak. Karena tidak ada motor, dipastikan si suami tidak ada. Kemudian dia matikan lampu saklar dan masuk ke dalam rumah (pintu tidak terkunci),” urainya.

Saat JND sudah di dalam rumah, tak lama berselang korban pertama. Yakni WL (34) si suami tiba-tiba pulang.

“Pas korban suami buka pintu (rumah) langsung disikat. Posisi itu berhadapan. Korban lainnya sedang posisi tidur jadi tidak mengetahui,” kata Dian.

Setelah menghabisi WL, JND langsung melanjutkan aksinya dengan menghabisi SW (34) istri, RJS (15) anak pertama, VDS (11) anak kedua, dan JAA (3) anak terakhir.

Tak hanya saat menghabisi korban satu per satu, dalam reka ulang adegan juga tergambar aksi bejat JND ketika menyetubui jenazah SW dan RJS.

“Itu (tersangka menyetubuhi jenazah ibu dan anak) juga tergambar di situ (rekonstruksi),” terangnya.

Lebih dari empat jam melakukan reka ulang kejadian, Dian memastikan kondisi JND dalam keadaan sehat. Meski sedang ramai beredar di media sosial yang memperlihatkan JND sedang lemas, namun hal itu dibantah Kasat Reskrim Polres Penajam.

“Kondisi tersangka sehat, rekon tadi juga lancar. Setelah rekon ini kita akan secepatnya melengkapi pemberkasannya,” pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *