Home / Ringan

Minggu, 19 April 2020 - 15:03 WIB

Sudah Seminggu Bontang Kuala Tertutup untuk Orang Luar, Warga Bergantian Jaga Ketat Pintu Masuk

Jalan lebar dengan gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Bontang Kuala’ itu diportal sebagian.

Kursi putih tepat di ujung portal bagian jalan ruas yang lain. Ruas jalan sisi kanan masih dibuka pada jalan masuk itu, namun jangan berpikir untuk masuk, bila kamu berasal dari Samarinda, Kutim, atau bahkan kelurahan di luar Bontang Kuala.

Pintu masuk dijaga ketat beberapa orang.

///

 

Kaltimminutes.co, Samarinda – “Putar, putar, enggak boleh masuk,” seru salah seorang warga Bontang Kuala, mengadang rombongan pengendara yang mencoba memasuki kawasan wisata tersebut.

Tidak seperti hari biasa, kawasan wisata andalan Bontang itu tak lagi bebas dinikmati penduduk dari luar BK, — julukan Bontang Kuala.

Tempat yang dijuluki Venesia Van Borneo itu kini tertutup untuk orang luar.

Beberapa warga melakukan penjagaan secara ketat secara bergantian di gerbang masuk Bontang Kuala. Mereka bertanya ke tiap orang yang ingin memasuki BK. Tentu saja, jika bukan keperluan mendesak, warga tersebut tidak diperkenankan masuk.

“Dari mana, mau kemana, apa keperluannya,” kurang lebih seperti itulah tanya mereka.

Hal ini cukup menjadi perhatian, pasalnya memang hingga kini Kelurahan Bontang Kuala adalah wilayah yang belum dimasuki kasus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Bontang. Tentu inilah yang menjadi alasan kuat mereka untuk mengadang warga luar kelurahan yang ingin masuk.

Dari data yang diperoleh berdasarkan rilis Pemerintah Kota Bontang melalui dinas kesehatan menyebutkan, kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tersebar diseluruh kelurahan, kecuali Bontang Kuala. Bahkan 3 kelurahan kini menjadi zona merah, diantaranya Tanjung Laut Indah, Loktuan, dan Gunung Elai.

Laode, salah seorang warga RT 10 Bontang Kuala mengatakan, penolakan masuknya warga luar ini imbas dari dampak Covid-19 di Bontang. Pun demikian, pemerintah juga telah menutup wisata kampung di atas laut itu untuk tidak dikunjungi sementara selama kondisi belum aman.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap, Ternyata Pelaku Utama Pemalsuan Sertifikat Vaksin di Samarinda Berstatus ASN

“Kami dapat arahan dari RT, kalau ada orang masuk tolong dilarang dulu. Bukannya tidak mau menerima, tapi menjaga lah,” ujarnya.

Nampak di lokasi, memang setiap orang yang lewat menjadi pantauan di mata warga sekitar. Beberapa warga terlihat memancing dipinggir jalan, ada pula yang berolahraga ataupun hanya duduk-duduk di depan rumah.

Sempat dilarang oleh warga BK, redaksi Kaltimminutes menyampaikan maksud mendatangi Ketua RT 10 yang berada tak jauh dari jalur masuk Bontang Kuala.

Setiba di rumah RT, salah seorang ibu berteriak, “Heh, ini darimana ini, masuk lewat mana tadi, kok bisa masuk.” sahut warga. Setelah mendapat pemahaman, warga akhirnya mau menerima kedatangan kami.

“Mohon maaf ini lagi lockdown, itu tadi ada yang masuk juga langsung saya kejar naik motor, saya klakson supaya berhenti, saya bilang enggak boleh masuk sini dulu,” kata Ponco Sukarti selaku Ketua RT 10.

Dari keterangannya, Ponco akui mendapat amanah dari lurah untuk melarang warga luar yang masuk sampai waktu yang tidak ditentukan. Ia pun memberikan arahan kepada warganya untuk meminta pengunjung segera keluar dari kawasan Bontang Kuala.

“Sudah seminggu yang lalu, cuma ini lebih diperketat lagi. Kalau dibiarkan ya banyak nanti yang masuk. Makanya warga di depan itu gantian berjaga,” imbuhnya.

Sebagai kawasan yang masih dalam zona hijau atau belum sama sekali terdampak penyebaran Covid-19 menjadi perhatian warga Bontang Kuala.

“Justru karena kami masih zona hijau makanya dilarang masuk, pemancing saja saya tanya juga, kalau mancing sekedar di jalanan lebih baik tidak usah, tapi kalau mau melaut pakai kapal ya silahkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Banjir Landa Samarinda, Relawan BUNDA Suplai Makanan, Obat-obatan dan Keperluan Anak

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Bontang Kuala Roni Apriansyah, menyampaikan hal senada. Menurutnya, arahan tak memperbolehkan warga luar masuk sudah sejalan dengan instruksi pemerintah untuk menutup tempat wisata sementara waktu, termasuk Bontang Kuala.

“Ini imbauan, kami tetap meminta masyarakat untuk mengkomunikasikan secara persuasif, jadi bukan melarang sebetulnya. Selama ada keperluan mendesak boleh saja,” ucapnya.

“Kami ikutin protokol dari pemerintah saja, imbauan dari maklumat Polri, gubernur, wali kota. Kami kencang sosialisasi ke warga, mungkin kesadaran warga saja yang masih bisa dipelihara, masih bisa dibangun,” tambahnya.

Roni menganggap, perlu adanya peran aktif warga Bontang Kuala untuk bersama menjaga zona hijau. Sehingga dampak kasus Covid-19 tidak masuk ke wilayahnya. Mengingat Bontang Kuala adalah kawasan wisata yang paling sering mendapat kunjungan masyarakat, baik di Bontang sendiri maupun dari luar.

“Memang harus kompak, kerjasama kami dengan warga. Bukan hanya pemerintah tapi kami butuh dukungan dari semua masyarakat, dan Alhamdulillah kesadaran warga cukup tinggi, kemudian kerja sama LPM, karang taruna sama-sama mau ikut terlibat, tukasnya.

Lebih lanjut, Roni menyampaikan kepada masyarakat terutama yang berada di luar kawasan Bontang Kuala untuk memiliki kesadaran bersama terhadap wabah pandemi ini.

“Perlu kesadaran kita semua untuk stay at home, meminimalisir lah aktifitas keluar rumah, salah satunya ke Bontang Kuala. Memang terlihatnya lebih protektif. Mohon maaf saja, mungkin jalan-jalannya nanti saja dulu,” pungkasnya.

Diketahui, Bontang Kuala terdiri dari 20 RT, terinci 11 RT di wilayah perkampungan atas air, dan 9 RT di wilayah darat, dengan total penduduk berkisar 7 ribu lebih jiwa. (rkm//)

Share :

Berita Terkait

Ringan

Jalan Hijrah, 500 Orang Hapus Tato di i-Care Gratis

Ringan

Pengobatan Bekam, Anjuran Rasul yang Dipercaya Bisa Tangkal Corona

Ringan

Terima Kasih Tenaga Medis

Ringan

Virus Corona Berstatus Darurat Global, Ilmuan Inggris Lakukan Tes Vaksi dan Obat untuk 2019-nCoV

Ringan

Curahan Hati M. Wahid, Dia yang Berhasil Sembuh Dari Covid-19 di Balikpapan

Ringan

Berikut 6 Fakta Tentang Sharenting

Ringan

Delta Mahakam Purba, Muasal Daratan di Timur Kalimantan

Ringan

Siti Nurhalizah Pasien Covid-19 yang Bangkit dari Depresi Berat Karena Stigma Buruk, Kini Ia Dinyatakan Sembuh