Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukrim

Seorang Residivis di Samarinda Kembali Berulah, Bobol Mobil di Halaman Masjid

16
×

Seorang Residivis di Samarinda Kembali Berulah, Bobol Mobil di Halaman Masjid

Sebarkan artikel ini
NR seorang residivis pelaku bobol mobil yang kembali diamankan petugas kepolisian. (IST)

Kaltimminutes.co, Samarinda  – Sebuah aksi bobol mobil kembali terjadi di sebuah halaman masjid di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu (7/1/204) pekan kemarin.

Diketahui kalau kejadian itu terjadi tepat di halaman Masjid Agung, Jalan Pelita. Modus pencurian pelaku menggunakan sistem pecah kaca dan berhasil mengambil tas berisi uang tunai 1 juta beserta satu unit ponsel.

Example 300x600

Namun kejadian dengan cepat diselesaikan petugas dengan mangamankan pelaku yang tak lain bernama NR (54) seorang residivis.

“NR ditangkap setelah polisi menerima laporan dari seorang korban berinisial IM. IM mengaku mobilnya dipecah kacanya,” ucap Kapolsek Sungai Pinang, AKP Rachmad Aribowo, Senin (15/1/2024).

Lanjutnya, setelah menerima laporan korban kala itu. Petugas dari Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang langusng melakukan penyelidikan.

Polisi menemukan rekaman CCTV yang menunjukkan aksi pencurian NR. Dalam rekaman tersebut, NR terlihat menggunakan obeng untuk memecah kaca mobil IM. Setelah kaca pecah, NR mengambil sebuah tas dari dalam mobil tersebut.

“Berbekal rekaman tersebut kami berhasil mengamankan pelaku disebuah rumah kontrakan. Setelah diamankan pelaku juga mengakui perbuatannya, dan Ia mengaku telah membuang tas dan ponsel milik korban ke Sungai Karang Mumus,” bebernya.

Meski ponsel korban dibuang, namun uang tunai yang berhasil digasak NR langsung digunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain perbuatannya itu, kepada polisi juga NR mengaku kalau dirinya sudah berulang melakukan hal serupa di beberapa lokasi berbeda.

Hasil perbuatannya, NR harus pasrah kembali mendekam dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“NR kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-2 tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun,” pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *