Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Advertorial

Sistem Zonasi dalam PPDB Masih Dikeluhkan Warga, DPRD Samarinda Dorong Dilakukan Pembenahan

16
×

Sistem Zonasi dalam PPDB Masih Dikeluhkan Warga, DPRD Samarinda Dorong Dilakukan Pembenahan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi

Kaltimminutes.co, Samarinda — Pemberlakukan sistem zonasi dalam pelaksanaan program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menjadi keluhan masyarakat.

Hal ini lantas mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

Example 300x600

Seperti yang disuarakan Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Maswedi meminta agar pelaksanaan PPDB harus segera mendapat pembenahan.

“Kalau dari sisi kesempurnaan masih jauh, artinya masih banyak problem sebenarnya yang ditimbulkan dari sistem yang ada saat ini, khususnya terkait dengan zonasi,” kata Maswedi.

Politikus Partai Nasdem itu mengaku mendapat beberapa aduan dari masyarakat terkait sistem zonasi PPDB, di mana para pelajar tidak terakomodasi dengan baik.

Dicontohkan Maswedi, salah satunya adalah keluhan orang tua murid yang berada di kawasan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

“Iya kami ada mendapat aduan dari sana. Karena di sana (Lempake) hanya ada satu SMP Negeri 13, dan tidak bisa menampung semua calon pelajar,” imbuhnya.

Karena terbatasnya jumlah sekolah, walhasil para peserta didik yang berada di Lempake harus bergeser ke sekolah yang berada di kawasan Tanah Merah.

“Iya mereka terlempar ke Tanah Merah yang notabenenya lebih jauh,” jelasnya.

Selain persoalan jumlah sekolah yang berada dipinggiran kota. Meswedi juga mengharapkan agar pelaksanaan PPDB bisa mendapat kajian ulang.

Tujuannya, agar siswa yang berada disuatu kawasan bisa dapat terakomodir tanpa harus terlempar jauh dari kediaman mereka.

“Selain itu juga, kami ada menerima laporan lain seperti beberapa sekolah di sisi kuota belum terpenuhi,” tandasnya. (Advetorial)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *