Scroll untuk baca artikel
Advertorial

Soal Pembangunan Terowongan Gunung Manggah, DPRD Samarinda Menanti Laporan Progres dari Dinas PUPR

80
×

Soal Pembangunan Terowongan Gunung Manggah, DPRD Samarinda Menanti Laporan Progres dari Dinas PUPR

Sebarkan artikel ini
Angkasa Jaya Djoerani, Ketua Komisi III DPRD Samarinda

Kaltimminutes.co, Samarinda – DPRD Samarinda masih menunggu progres rencana pembangunan terowongan di kawasan Gunung Manggah.

Diketahui, pembangunan terowongan ini dilakukan sebagai upaya memecah arus lalu lintas yang selama ini menyebabkan kemacetan di Jalan Otto Iskandar Dinata.

Example 300x600

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani mengatakan, berdasarkan rapat terakhir yang dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda menjamin program yang menjadi target tahunan itu akan selesai sebelum 2022.

Oleh karenanya, Angkasa Jaya mengatakan seharusnya dalam proses penyerapan anggarannya tidak ada kendala.

“Berarti seharusnya dalam proses penyerapan anggarannya tidak ada kendala. Jadi tidak ada hambatan dalam eksekusi program yang sudah direncanakan,” terang Angkasa, Rabu (9/11/2022).

Namun dalam penyampaiannya, Angkasa menyebut ada program yang belum bisa dituntaskan di tahun ini.

Sayangnya, Dinas PUPR Samarinda belum membawa data berkaitan dengan program yang dimaksud DPRD Samarinda.

“Tapi sempat disampaikan, nanti (Dinas PUPR Samarinda) akan kembali mengundang kami untuk memberikan penjelasan tentang beberapa program. Termasuk progres terowongan,” imbuhnya.

Kendati demikian, DPRD Samarinda masih akan memberi perpanjangan waktu agar instansi tersebut bisa mempersiapkan laporan dan data-data yang diperlukan.

“Nanti kalau datanya sudah siap, pasti mereka akan sampaikan dan jelaskan, apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program,” tandasnya.

Sebagai informasi, rencana pembangunan terowongan di kawasan Gunung Manggah masih terus digaungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Proyek pembangunan terowongan itu telah digagas sejak 2021 kemarin dengan total anggaran Rp 419 miliar.

Mekanisme pembiayaan proyek tersebut bersumber dari APBN dengan mekanisme Multi Years Contract (MYC) atau Kontrak Tahun Jamak.

(Advetorial)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *