Home / Hukrim

Minggu, 12 September 2021 - 19:03 WIB

Tak Berhenti Begitu Saja, Penyelidikan Sabu 25 Kg dan 37 Ribu Pil Ekstasi di Kota Tepian Terus Berlanjut 

Ungkapan sabu dan pil ekstasi yang menjadi rekor ungkapan Polresta Samarinda masih terus dilakukan pengembangan lebih lanjut

Ungkapan sabu dan pil ekstasi yang menjadi rekor ungkapan Polresta Samarinda masih terus dilakukan pengembangan lebih lanjut

Kaltimminutes.co, Samarinda – Meski pengiriman 25 kilogram sabu dan 37.701 butir pil ekstasi tujuan Kota Tepian telah digagalkan Polresta Samarinda, tugas kepolisian tak berhenti begitu saja.

Perburuan mengungkap jaringan narkotika bernilai fantastis ini pun terus dilakukan Korps Bhayangkara.

Sabu dan puluhan ribu pil ekstasi yang diduga berasal dari Surabaya, Jatim dengan tujuan Banjarmasin, Kalsel ini juga diduga dalam pengirimannya dicurigai memiliki lebih dari satu penerima.

“Mungkin ada dipecah-pecah di sana (Banjarmasin) tapi kami masih dalami lagi dari pengungkapan yang kami tangkap di Banjarmasin,” kata Kasat Reskoba Polresta Samarinda, AKP Rido Doly Kristian, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga :  Hadirkan 6 Oarang Saksi di Sidang Rasuah Penyimpangan Royalti Batu Bara Senilai Rp4,5 Miliar, Majelis Hakim Ungkap Sejumlah Fakta

Dari hasil pemeriksaan polisi, keenam tersangka yang diamankan mengaku jika telah dua kali melakukan pengiriman.

Bahkan sebelum digagalkan, pada Juli lalu sindikat ini berhasil memasukkan sabu seberat 10 kilogram ke Samarinda.

“Mereka ngakunya yang ketangkap ini sudah ke dua kali. Asal barangnya dari Surabaya juga dikirim ke Banjarmasin dan ada lagi orang yang ambil, tapi pas masuk Samarinda ini yang kami belum tau masuknya Samarinda mana, masih kami telusuri,” ucapnya.

Guna mengungkap jaringan bisnis haram ini, Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim. Mengingat barang haram ini berasal dari Surabaya.

“Tentu kami akan kerjasama untuk mengungkap ini,” kuncinya.

Baca Juga :  Pengamen di Balikpapan Edarkan Narkoba, Berhasil Diciduk Petugas BNNP Kaltim 

Diwartakan sebelumnya, kurang lebih sebulan penyelidikan dilakukan Polresta Samarinda akhirnya berhasil membongkar sindikat peredaran narkotika dalam jumlah besar ini.

Setidaknya 25 kg sabu yang terbungkus dalam 24 kemasan teh hijau bertuliskan bahasa Mandarin, dan 1 bungkus sabu siap edar berhasil disita.

Tak hanya itu, polisi juga menyita ineks dengan 3 logo dan warna yang berbeda sebanyak 37.701 butir, yang dibagi dalam 6 bungkusan besar, 8 bungkus sedang dan kecil.

Pengungkapan ini pun menjadi rekor baru bagi Polresta Samarinda setelah sebelumnya membongkar sindikat narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 13 kg pada Juni 2021. (*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

40 Nyawa yang Hilang di Lubang Bekas Tambang, Dosen Unmul: Pihak Perusahaan Belum 100 Persen Lakukan Reklamasi

Hukrim

Sidang Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J, Jaksa Ungkap Peristiwa Penembakan

Hukrim

Ungkap Praktek Tambang Ilegal, Polda Kaltim Ringkus 4 Tersangka

Hukrim

Tambang Ilegal Marak Terjadi di Kota Tepian, Kapolresta Samarinda Tegaskan akan Menindaklanjuti

Hukrim

Lakukan Tindak Pidana Perjudian, Enam Tersangka Diamankan Polres Bontang

Hukrim

Tuntutan Rehab Malah Divonis Penjara, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Bakal Ajukan Banding

Hukrim

Hubungan Asmara Kandas, Seorang Pria di Berau Lakukan Aksi Tak Sononoh Pada Anak di Bawah Umur 

Hukrim

Ibu Tiga Anak di Samarinda Tertangkap Curi Kosmetik Senilai Ratusan Juta, Ini Kronologinya