Home / Politik

Kamis, 29 September 2022 - 12:59 WIB

Tentukan Capres-Cawapres dan Posisi di KIB, PPP Gelar Mukernas Awal Tahun 2023

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani / HO

Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani / HO

Kaltimminutes.co – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Mukernas di akhir tahun atau awal tahun 2023.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani.

Arsul Sani menyebut dalam Mukernas tersebut, partainya akan membahas calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung di pilpres 2024 mendatang.

Selai itu, Mukernas itu juga sekaligus mengevaluasi posisi PPP di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

“Meskipun saya tidak ingin mendahului forum permusyawaratan yang ada di PPP, karena itu mesti dijawabnya atau diputuskannya dalam mekanisme partai itu dari forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), yang kami saya kira akan diselenggarakan di akhir tahun ini atau bahkan di awal tahun depan,” kata Arsul dalam diskusi daring yang digelar ICMI, Kamis (29/9).

Baca Juga :  Bandai Namco Rilis Trailer Terakhir Tales of Crestoria

Arsul Sani lanjut mengungkapkan, dalam diskusi internal PPP ada dua sudut pandang strategi partai di 2024.

Pertama, PPP didorong untuk menginisiasi koalisi partai Islam. Termasuk mengusung pasangan calon dengan elektabilitas tinggi dan diterima oleh kelompok muslim.

“Kalau bicara akseptabilitas tentu bukan hal yang mudah, karena ada sosok yang tentu begitu populer pada satu kelompok umat Islam, tapi belum tentu populer pada kelompok umat Islam yang lain,” ujar Arsul.

Di sisi kedua, PPP didorong untuk membentuk koalisi inklusif. Yaitu koalisi yang mempertemukan partai Islam dengan partai nasionalis. Hal ini yang tengah dilakukan PPP bersama PAN dan Golkar dalam KIB.

Baca Juga :  Hasanuddin Masud Terseret Kasus Penipuan, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Bilang Begini

Kendati demikian ia mengatakan, posisi partainya di KIB perlu kembali dievaluasi dalam Mukernas apakah tetap bersama KIB atau nantinya koalisi akan berubah.

“Nah memang inilah yang nanti tentu mau tidak mau harus kami putuskan dalam Mukernas PPP yang akan datang tentang ketetapan hati berkoalisi ini, apakah posisinya seperti yang ada sekarang atau misalnya terbuka untuk katakanlah berubah,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku memilih tetap di KIB. Dia memilih tidak berubah koalisi karena kepentingan praktis.

“Kalau saya pribadi sih ingin kita ini tidak gampang-gampang berubah, hanya karena pada tataran kepentingan praktis semata,” pungkas Arsul. (*)

Share :

Berita Terkait

Politik

PKS Buka Kemungkinan Rujuk Koalisi dengan Gerindra, Ahmad Syaikhu: Dinamika Politik Masih Terus Berkembang

Politik

PAN Tak Undang KIB di Rakernas, Yandri Susanto: Ini Sangat Internal

Politik

PKB Nilai Duet dengan Prabowo Adalah Kombinasi Ideal, Tapi Ngotot Perjuangkan Muhaimin sebagai Capres

Politik

Hadapi Pilpres 2024, PKS Yakin Semua Partai Berkoalisi Termasuk PDIP

Politik

Hasil Rapat Pleno KPU, Zairin-Sarwono Lolos Tahap Verifikasi Faktual

Politik

Terkait Persoalan RTH di Samarinda, Begini Solusi Paslon Nomor Urut 02 Andi Harun 

Politik

Muncul Dugaan Gratifikasi di Pelantikan Hasan Masud, Sekretaris Golkar Kaltim: Saya Tak Ikut-ikutan

Politik

Buntut Pengajuan Pergantian Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK Gugat ke Mahkamah Partai Golkar