Home / Ragam

Selasa, 16 November 2021 - 13:37 WIB

Terkait Banjir Sintang,  Jokowi: Ini Akibat Kerusakan Lingkungan di Area Tangkapan Hujan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) / nasional.tempo.co

Presiden Joko Widodo (Jokowi) / nasional.tempo.co

Kaltimminutes.co –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa banjir yang menerjang Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat terjadi karena kerusakan lingkungan di area tangkapan hujan.

Orang nomor satu RI  mengatakan kerusakan lingkungan di daerah tersebut telah terjadi berpuluh tahun.

Akibatnya, Sungai Kapuas meluap ke wilayah sekitar saat hujan lebat terjadi. Ini yang kemudian menjadi masalah utama dan harus dihentikan.

“Itu karena kerusakan catchment area daerah tangkapan hujan  yang sudah berpuluh-puluh tahun. Ya itu yang harus kita hentikan karena masalah utamanya ada di situ,” kata Jokowi usai peresmian jalan tol di Serang, Banten, Selasa (16/11).

Jokowi berjanji akan memperbaiki daerah tangkapan hujan di sekitar Sungai Kapuas. Ia berkata pemerintah akan memulai perbaikan mulai tahun depan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengatakan pihaknya akan membangun persemaian. Ia ingin daerah tangkapan hujan bisa berfungsi normal kembali.

Baca Juga :  BREAKING NEWS - Satu PDP Berau dari Klaster Ijtima Gowa Dinyatakan Positif Covid-19

“Sehingga ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hujan, di catchment area. Kita perbaiki karena memang kerusakannya ada di situ,” ujar Jokowi.

Meski demikian, Jokowi tak membahas rencana mengunjungi lokasi banjir di Kalimantan. Ia menutup sesi tanya jawab seusai memaparkan rencana perbaikan daerah tangkapan hujan.

Banjir menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang selama sebulan terakhir ini. Akses bantuan ke daerah itu sempat tertutup karena ketinggian air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang mencatat, sampai saat ini, sebanyak 35.807 KK atau 124.497 warga terdampak. Dari jumlah warga yang terdampak itu, sebanyak 25.884 orang terpaksa harus mengungsi.

Warga yang mengungsi tersebar di 32 posko pengungsian yang ada di 12 kecamatan di Sintang. Selain itu, terdapat juga 24 dapur umum dan 5 posko.

Plt. Sekretaris BPBD Sintang Sugiyanto mengatakan kondisi banjir di Sintang mulai surut di sejumlah titik sejak kemarin, Senin (16/11). Namun, tinggi air di sejumlah titik yang merendam pemukiman warga itu masih ada yang berkisar 1-3 meter.

Baca Juga :  Waduh!! 50an Petugas Medis di RSUD AWS Samarinda Diisolasi Terkait Covid-19, Ada Apa?

Banjir Sintang juga memicu perdebatan di kalangan politisi. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon menyindir Jokowi saat pamer foto balapan di Mandalika.

“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sdh 3 minggu banjir belum surut,” ucap Fadli di Twitter mengomentari foto Jokowi balapan di Sirkuit Internasional Mandalika.

Fadli sempat menghentikan aktivitas di Twitter usai komentar itu ramai. Fadli disebut menerima teguran dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (*)

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jokowi: Banjir Sintang karena Kerusakan Lingkungan Berpuluh Tahun”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211116104827-32-721745/jokowi-banjir-sintang-karena-kerusakan-lingkungan-berpuluh-tahun.

Share :

Berita Terkait

Ragam

Pokir Dewan Diduga Jadi Lahan Belah Semangka, Sabani: Usulan Pokir Masuk APBD Sudah Sesuai Aturan

Ragam

Lakukan Pelantikan 137 ASN di TPA Bukit Pinang, Andi Harun Tegaskan Rutin Lakukan Evaluasi

Ragam

BPOKK DPP Partai Demokrat Kaltim Sebut Calon Ketua DPD Harus Miliki Komitmen Politik

Ragam

Kuliah di Masa Pandemi Covid-19, UKT Dianggap Memberatkan, Mahasiswa Geruduk Rektorat Unmul

Ragam

Erick Thohir Singgung Pemerataan Ekonomi, Ibaratkan Seperti Membuat Kopi

Ragam

Tes SKD CPNS Kaltim Selesai, 2170 Peserta Dinyatakan Penuhi Passing Grade

Ragam

Geruduk Kantor Kejati Kaltim, Mahasiswa Minta Temuan BPK Terkait PT PKT yang Berpotensi Merugikan Negara Ditindaklanjuti

Ragam

Keliling Pantau Pos Perbatasan Kota, Wakil Wali Kota Samarinda Apresiasi Disiplin Masyarakat Terkait Imbau Larangan Mudik Lebaran