Home / Hukrim

Jumat, 3 Juni 2022 - 19:28 WIB

Terkait Kasus Suap Perizinan, KPK Tetapkan Mantan Wali Kota Yogyakarta sebagai Tersangka

Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti / HO

Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti / HO

Kaltimminutes.co, Samarinda – Mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap perizinan pendirian bangunan apartemen.

Penetapan tersangka Haryadi setelah KPK melakukan gelar perkara atau ekspose menindaklanjuti Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Kamis (2/6) kemarin.

“KPK melanjutkan ke tahap penyelidikan dan kemudian menemukan adanya bukti permulaan yang cukup untuk selanjutnya meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/6).

“Dengan mengumumkan tersangka, satu, HS (Haryadi Suyuti) Wali Kota Yogyakarta periode 2017-2022,” sambungnya.

Selain Haryadi KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangkan.

Baca Juga :  4 Pegawai Bapenda Paser Positif Covid-19, Pelayanan ke Masyarakat Tetap Jalan

Ketiga orang tersebut yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta Nurwidhihartana; Sekretaris Pribadi merangkap ajudan Haryadi bernama Triyanto Budi Yuwono; dan  Oon Nusihono selaku Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

“Selama proses penerbitan izin IMB ini, diduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar sejumlah Rp50 juta dari Oon Nusihono untuk Haryadi Suyuti melalui Triyanto Budi Yuwono dan juga untuk Nurwidhihartana,” ujarnya.

Alex lanjut mengatakan para tersangka tersebut akan menjalani penahanan selama 20 hari.

Baca Juga :  Gelapkan 6 Motor, Spesialis Penipu Pengemudi Ojol Dibekuk Polisi

Haryadi ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih; Nurwidhihartana ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat; Triyanto ditahan di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur; dan Oon ditahan di Rutan KPK pada Kavling C1.

Sebagai penerima suap, Haryadi, Nurwidhihartana, dan Triyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Oon selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(*)

Share :

Berita Terkait

Hukrim

Terus Diusut, Polri Kembali Amankan Pimpinan Khilafatul Muslimin di Cirebon

Hukrim

Soal Pegawai Alfamart yang Ditekan Konsumen Pencuri, Hotman Paris Siap Bela Secara Gratis

Hukrim

Tingginya Kasus Pencabulan di Samarinda, Ayah Tiri Jadi Kategori Pelaku Pencabulan Paling Banyak

Hukrim

Viral Seorang Pemotor Tunjukan Alat Vital ke Pengguna Jalan, Menyesali Perbuatannya Ketika Diamankan Polisi

Hukrim

Bekuk Dua Kurir Pengedar Narkoba, Polres Kubar Amankan 55 Poketan Sabu

Hukrim

Wanita di Tarakan Meninggal Dunia dengan Leher Terlilit Kabel, Diduga Korban Pembunuhan

Hukrim

Selundupkan Narkoba dengan Modus Antar Makanan, Pengunjung Lapas Samarinda Diamankan Petugas

Hukrim

Polisi Ungkap Bisnis Esek-esek di Samarinda, Seorang Kasir Kafe Jajakan PSK ke Pengunjung Seharga Jutaan Rupiah