Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Terkendala Masalah Fasilitas dan Infrastruktur, Minat Investor Minim ke KEK MBTK

27
×

Terkendala Masalah Fasilitas dan Infrastruktur, Minat Investor Minim ke KEK MBTK

Sebarkan artikel ini
KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan/kek.go.id

Kaltimminutes.co, Samarinda – Saat ini baru ada satu investor yang menanamkan modalnya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MBTK Kaltim, di Kutai Timur.

Padahal KEK Maloy ini telah direncanakan sejak Gubernur Awang Faroek Ishak, dilanjutkan Gubernur Isran Noor.

Example 300x600

KEK MBTK diresmikan oleh Presiden Jokowi, pada 2019 lalu.

Namun, baru PT Palma Serasih Indonesia (PSI) yang baru berinvestasi membangun tangki timbun bernilai Rp45 miliar.

Minimnya minat investor ke KEK MBTK, lantaran banyak persoalan yang dihadapi pengelola kawasan ekonomi khusus itu.

Beberapa diantaranya seperti masalah infrastruktur, kepastian aset, rencana kerja sama dan investasi, penyediaan air bersih, listrik, hingga pematangan lahan.

Pemprov Kaltim berkolaborasi bersama Pemkab Kutai Timur guna menyelesaikan persoalan yang dihadapi KEK Maloy.

Selain itu, Sri Wahyuni, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, menjabarkan pembenahan KEK Maloy juga membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.

“KEK MBTK tidak vakum, sehingga sangat layak untuk dibantu pusat dalam urusan infrastruktur. Ketika di sini ada aktivitas, maka pusat layak mendukung,” kata Sri Wahyuni, belum lama ini.

Pemprov Kaltim juga bakal membuat masterplan baru yang lebih memudahkan investor untuk membaca dan menghitung potensi investasi, kala berencana berinvestasi di KEK MBTK.

Untuk itu, sebelum ditawarkan ke para investor, lokasi dan fasilitas di KEK Maloy mesti dimatangkan, seperti jalan akses, jalan lingkungan, listrik, air dan lain kebutuhan lain yang pasti diperlukan industri.

“Perlu peta jalan industri yang lebih detail. Maket lengkap kawasan harus tersedia dulu. Tidak menjual gelondongan,” tegasnya.

“Profil investasi kawasan harus lengkap. Penawaran harus disajikan dengan lengkap sehingga investor akan lebih tertarik. Investor pasti ingin karpet merah,” lanjutnya.

Tidak melulu soal sumber daya alam dan sawit, kawasan KEK Maloy juga diharapkan menjadi kawasan industri untuk pengolahan hasil perkebunan/pertanian/ perikanan menjadi produk bernilai tambah.

“Fasilitas itu semua yang harus kita pikirkan dan kita siapkan mulai sekarang,” pungkas Sri Wahyuni. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *