Home / Advertorial

Kamis, 27 Oktober 2022 - 20:06 WIB

Tindaklanjuti Temuan Sidak Pemkot, Komisi IV Agendakan Hearing dengan Dinkes Samarinda

Sekretaris  Komisi  IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

Kaltimminutes.co, Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda mengagendakan hearing bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.

Hal ini dalam rangka menindaklanjuti temuan sidak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang digelar disejumlah apotek pada Rabu (26/10/2022).

Sidak tersebut digelar dalam rangka antisipasi penyakit gagal ginjal akut misterius.

Rencana hearing itu di ungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.

Deni mengatakan hearing ini sebagai langkah serius dan tindaklanjut dari dua apotek yang ditutup sementara oleh pemerintah karena kedapatan menjual obat yang dilarang oleh BPOM maupun Kemenkes RI.

“Iya kami akan gelar hearing dengan Dinas Kesehatan besok (Jumat, 28 Oktober 2022) dengan adanya temuan sidak itu. Kami ingin memastikan SE ini (Kemenkes RI) diberikan perhatian serius,” ujarnya, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga :  Badan Jalan Kerap Terendam Air Saat Hujan, Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Lakukan Pemeliharaan Drainase Secara Berkala

Meski telah merencakan hearing bersama Dinkes Samarinda terkait SE Kemenkes RI, namun Deni menerangkan kalau para legislatif saat ini belum merencakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama BPPOM Samarinda.

Hanya saja, ia menegaskan agar instansi vertikal tersebut bisa bersikap sama dengan BPOM Pusat untuk menarik sejumlah obat sirop yang tak masuk kategori aman.

“Kita minta BPOM ketika di pusat menarik, harus jalan juga di daerah. Kita belum agendakan dengan BPOM, nanti dibahas bersama Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Dilansir dari website resmi BPOM, obat sirup yang dilarang dan ditarik dari peredaran tersebut adalah:
1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

Baca Juga :  Hadiri Penutupan Turnamen Mini Soccer Pertama di Samarinda, Joha Fajal Berharap Ajang Serupa Bisa Terus Dilaksanakan

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Penetapan obat sirup yang dilarang tersebut merupakan hasil pengawasan terhadap obat cair yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

(Adcertorial)

Share :

Berita Terkait

Advertorial

Dalam Gelaran Reses, Novan Syahronny Pasie Sosialisasikan Program Probebaya kepada Warga

Advertorial

Prihatin Terhadap Gedung Perpustakaan yang Kerap Direndam Banjir, DPRD Kaltim Minta Pemprov Efektifkan Aset yang Tak Terpakai

Advertorial

Tunjang Kinerja Pengawas Parkir Non Tunai, Dishub Samarinda Fasilitasi dengan Motor Listrik

Advertorial

Reses di Perumahan Bukit Temindung Indah, Afif Rayhan Harun Terima Sejumlah Keluhan Warga

Advertorial

Resmikan Pengoperasian IPA Kalhol Simpang Pasir Palaran, Wali Kota Andi Harun Sebut Bisa Menambah Kapasitas Produksi Air Bersih

Advertorial

Rapat Paripurna, Pemkot dan Dewan Sepakati Perubahan RPJMD Kota Samarinda Tahun 2021-2026

Advertorial

Depo BBM Jalan Cendana Samarinda Berada di Kawasan Padat Penduduk, Andi Harun Minta Pertamina Konsisten Lakukan Relokasi

Advertorial

Kawasan Sungai Pinang Belum Maksimal Dapat Pasokan Air Bersih, Dewan Samarinda Dorong PDAM Tingkatkan Kinerja