Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ragam

Uji Coba E-Parking di 60 Titik  Kota Samarinda, Sistem Pembayaran dengan Non Tunai dan E-Money

36
×

Uji Coba E-Parking di 60 Titik  Kota Samarinda, Sistem Pembayaran dengan Non Tunai dan E-Money

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

Kaltimminutes.co, Samarinda – Penerapan e-parking di Samarinda bisa saja menjadi solusi untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan akan ada kurang lebih 60 titik parkir di bahu jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) yang akan dijadikan percobaan pendahuluan.

Example 300x600

Percobaan pendahuluan di tahun 2023 itu dilakukan untuk konsep peningkatan PAD melalui e-parking.

Nantinya akan ada dua bentuk cara pembayaran yaitu bisa melakukan pembayaran non tunai dan bisa melalui e money.

Misalnya gopay, debit, qris, dan sebagainya.

Penerapan parkir nontunai akan menggunakan sistem pembayaran e-money dan dipastikan lebih menguntungkan masyarakat.

“Bagi yang tidak punya e-money, masyarakat bisa membeli kartu parkir berlangganan Kartu disiapkan oleh Bank yang sudah ditunjuk, itu juga bisa diisi. Hitungannya jauh lebih murah dan hemat, ” kata Andi Harun saat ditemui di Balai Kota.

Kemudian, Andi Harun juga mendorong kepada juru parkir (jukir) liar untuk bergabung menjadi Jukir binaan Dishub Samarinda.

“Karena kita sama-sama punya tanggung jawab yang tinggi untuk pembangunan Kota Samarinda, ”jelasnya.

Ia menyebut ada beberapa alasan diterapkannya pembayaran parkir nontunai, diantaranya untuk menciptakan keindahan, ketertiban dalam perparkiran di Samarinda. Selain itu menertibkan jukir liar.

“Kita juga beri pelajaran bagi mereka yang membuat keresahan di masyarakat dengan melakukan pungutan. Karena memang manfaatnya bagi daerah tidak ada, justru meresahkan, mereka seperti premanisme, ” jelasnya.

Nantinya jukir yang dibina oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda akan mendapatkan gaji sesuai UMK Samarinda sekitar Rp 3 jutaan.

Dikatakannya, gaji itu akan diberikan jika penerapan parkir nontunai di Samarinda berjalan maksimal.

“Insentif sesuai UMK, sekurang-kurangnya Rp 3 jutaan. Karena kalau yang kemarin kan problemnya gaji Jukir resmi ini kecil, hanya Rp 1 juta, “ujarnya.

Dengan memberi edukasi kepada masyarakat  dan semua agar PAD parkir itu tidak bocor.

“Agar ini berjalan, kita akan buat Perdanya dan menggandeng TNI-Polri, agar Samarinda menjadi kota yang punya ketertiban tinggi dan nyaman ditinggali, ” pungkasnya.

(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *